Heartburn adalah: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Penyebabnya

Heartburn adalah gangguan kesehatan yang sering muncul di atas perut atau di bagian tengah dada. Heartburn dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderitanya yang terkadang, disertai dengan rasa asam dan pahit di mulut. Dalam beberapa kondisi, seperti saat berbaring atau setelah makan besar, gejala heartburn bisa jadi lebih parah lagi.

Secara umum, heartburn bisa dialami oleh pasien dari segala usia, dari mulai anak-anak hingga orang tua. Namun, penderitanya cenderung lebih banyak datang dari kalangan usia dewasa.

Di samping itu, heartburn juga sering dialami oleh penderita obesitas, diabetes, dan Gastro-oesophageal reflux disease (GERD). Dalam beberapa kasus, wanita hamil dapat mengalami heartburn jika terjadi pembesaran rahim hingga menekan lambung.

Dengan kata lain, heartburn termasuk gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai oleh siapa saja. Karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian, penyebab, gejala, dan tanda-tanda yang menunjukkan kamu membutuhkan pertolongan dari dokter untuk mengatasi heartburn.

Pengertian Heartburn

Heartburn adalah

Dilihat dari kondisi yang muncul, heartburn bisa didefinisikan sebagai sensasi perih serta panas seperti terbakar yang terjadi pada dada. Meski disebut “heartburn” namun kondisi ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan jantung (heart) sama sekali.

Penyebab utama heartburn adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menimbulkan sensasi seperti terbakar. Gangguan kesehatan yang satu ini bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Bahkan pada beberapa kasus bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan lain seperti Gastro-oesophageal reflux disease (GERD). Menurut Kuswono & Akbar (2021) 20 dari 24 orang responden yang menderita GERD mengaku merasakan gejala heartburn.

Tanda-Tanda dan Gejala Heartburn

Gejala heartburn sangat bervariasi dan bisa berbeda antara satu penderita dengan yang lainnya. Akan tetapi, ada satu gejala yang hampir selalu dirasakan oleh setiap penderita, yaitu sensasi panas seperti terbakar yang muncul di tenggorokan juga dada.

Adapun gejala-gejala umum lain yang biasa dirasakan oleh penderita heartburn adalah:

  • Muncul rasa nyeri atau parah di dada yang terjadi setelah makan atau saat malam hari
  • Rasa sakit di dada ketika berbaring, makan, atau menunduk
  • Mulut terasa pahit atau asam
  • Lebih sering terbangun saat tidur
  • Batuk
  • Muncul rasa seperti terbakar di tenggorokan
  • Ada cairan yang seperti akan keluar dari tenggorokan

Ketujuh gejala ini merupakan yang paling sering dirasakan oleh penderita heartburn, akan tetapi bisa jadi masih ada gejala lain yang tidak disebutkan. Jadi kalau Grameds merasakan gejala-gejala tersebut sebaiknya segera temui dokter di rumah sakit terdekat.

Normalnya, gejala-gejala tersebut berlangsung selama dua jam, namun bisa jadi lebih tergantung pada penyebabnya. Misalnya, kalau heartburn muncul setelah Grameds mengkonsumsi makanan pedas, maka kondisinya hanya berlangsung sampai makanan benar-benar tercerna. Akan tetapi, ada kemungkinan gejala ini muncul kembali beberapa jam kemudian saat Grameds berbaring atau menunduk.

Heartburn Tidak Sama dengan Serangan Jantung

Rasa nyeri di dada biasanya dikategorikan sebagai tanda munculnya serangan jantung dan heartburn. Oleh karena itu, banyak orang yang kesulitan membedakan mana rasa nyeri yang menandakan heartburn dan mana rasa nyeri yang menandakan serangan jantung.

Apalagi, kondisi ini seringkali mempunyai tanda-tanda dan gejala yang cukup mirip. Begitu juga penderitanya yang sama-sama berasal dari kalangan orang dewasa atau penderita berat badan berlebih.

Meski begitu, kamu bisa membedakan apakah rasa nyeri yang kamu rasakan termasuk heartburn atau serangan jantung dengan mencari tahu bagian tubuh yang terasa sakit. Jika rasa nyeri hanya muncul di bagian atas perut dan bagian bawah tulang rusuk, maka ini merupakan heartburn.

Jika rasa nyeri di dada menjalar ke bagian leher, bahu, atau punggung dan disertai dengan keringat dingin, pusing, sesak napas, kemungkinan besar berhubungan dengan serangan jantung.

Terlepas dari perbedaan keduanya, rasa nyeri di dada perlu diwaspadai dan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Konsultasi ke Dokter?

Ada beberapa gejala heartburn yang harus kamu waspadai dan tidak boleh dianggap remeh. Misalnya seperti rasa tertekan atau sakit di dada yang disertai dengan rasa nyeri di tangan, rahang, dan sulit bernapas.

Jika kondisi ini muncul, segera periksakan diri ke dokter sebab bisa ada kemungkinan rasa nyeri tersebut berhubungan dengan serangan jantung. Selain itu, kamu juga harus segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala-gejala lain, seperti:

  • Rasa nyeri di bagian dada yang ekstrim
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan ketika makan
  • Sakit kepala yang tidak normal
  • Dehidrasi
  • Heartburn muncul beberapa kali dalam waktu satu minggu
  • Mual dan muntah meskipun sudah minum obat-obatan yang dijual bebas
  • Muntah darah atau mengeluarkan darah ketika buang air
  • Sulit mengecap rasa yang mengakibatkan penurunan berat badan

Penyebab Heartburn

Heartburn adalah

Di dalam tubuh kita ada sebuah otot yang terletak di bawah esofagus. Dalam keadaan normal, otot ini berfungsi menghalangi asam lambung naik ke saluran kerongkongan dengan cara membesar dan menutup saat kita menelan makanan atau minuman.

Jika otot ini melemah, asam lambung bisa naik kembali ke esofagus dan menimbulkan sensasi panas seperti terbakar di dada. Inilah yang mengakibatkan heartburn. Nah, otot di bawah esofagus bisa melemah karena beberapa sebab, diantaranya:

1. Makanan dan minuman tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman, terutama yang terlalu pedas, asam, serta berlemak, bisa berpengaruh pada kekuatan otot di bawah esofagus. Maka dari itu, agar kekuatan otot di bawah esofagus tetap normal sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi jenis makanan dan minuman tersebut.

2. Posisi tubuh

Posisi tubuh juga bisa melemahkan otot di bawah esofagus, seperti ketika berbaring setelah makan. Sebab, ketika berbaring asam lambung akan lebih mudah mengalir kembali ke esofagus.

3. Tekanan pada perut

Ketika perut tertekan, lambung serta otot esofagus cenderung akan melemah dan mengakibatkan asam lambung naik ke esofagus. Jadi, kalau kamu sering berolahraga yang berat, atau sedang batuk dan batuknya terlalu kencang, atau memiliki berat badan berlebih, atau hamil, sebaiknya lebih berhati-hati.

Baca Juga :  Macam-Macam Penyakit Gigi dan Mulut serta Asuransinya

4. Riwayat penyakit

Menurut laman eMedicine Health, kondisi kesehatan kamu juga bisa mempengaruhi heartburn. Terutama jika kamu memiliki penyakit seperti diabetes, hernia hiatal, scleroderma, sindrom CREST, serta penyakit autoimun lainnya.

5. Jenis obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat-obatan yang terbukti bisa melemahkan kinerja otot di bawah esofagus. Terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan asma, tekanan darah, dan jantung, resiko munculnya heartburn akan jadi lebih tinggi lagi.

6. Gaya hidup

Beberapa gaya hidup yang tidak sehat seperti minum minuman beralkohol, merokok, atau mengkonsumsi kafein terlalu sering bisa memicu naiknya asam lambung ke esofagus.