Gejala Gastroenteritis, Penyebab, dan Cara Pengobatannya!

Setiap organ tubuh yang ada pada manusia sudah memiliki fungsinya masing-masing. Namun, apabila terjadi suatu permasalahan, fungsi dari organ tubuh manusia tidak akan berfungsi dengan baik, bahkan fungsi organ manusia yang tidak berfungsi dengan maksimal itu dapat menjadi pertanda kalau terdapat suatu infeksi yang menyerang.

Salah satu infeksi yang terjadi pada organ tubuh manusia adalah gastroenteritis. Infeksi yang satu ini merupakan infeksi yang tidak boleh dianggap remeh. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan gastroenteritis?

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang gastroenteritis. Jadi, tetap simak artikel ini sampai selesai, Grameds.

Pengertian Gastroenteritis

Gastroenteritis atau lebih sering dikenal dengan nama flu perut merupakan infeksi yang terjadi di usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus. Penyakit ini bisa mengakibatkan terjadinya mual, muntah, diare, kram perut, dan terkadang demam. Penyebaran gastroenteritis dapat terjadi melalui kontak jarak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi atau karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat mudah di fasilitas umum yang tertutup, misalnya di dalam ruang kelas, tempat perawatan anak, dan ruang perawatan umum. Gastroenteritis tidak berakibat fatal terhadap seseorang dengan kondisi tubuh sehat. Namun, dapat berakibat fatal terhadap bayi, orang tua, dan orang yang bermasalah dengan sistem kekebalan tubuhnya.

Penyebab Gastroenteritis

Gastroenteritis

Secara umum, infeksi gastroenteritis diakibatkan melalui dua tipe virus, yaitu:

1. Rotavirus

Virus yang ditularkan lewat mulut tersebut sering kali menjangkiti balita dan anak-anak di bawah umur dikarenakan mereka kerap menempatkan tangan maupun benda yang telah terkontaminasi lainnya ke dalam mulut.

Sementara itu, orang dewasa yang terjangkit virus tipe tersebut kemungkinan tidak akan mengalami suatu gejala. Namun, mereka tetap saja dapat menyebarkannya kepada balita dan anak-anak.

2. Norovirus

Virus jenis ini bisa menginfeksi siapa saja dengan usia berapa pun, baik dewasa maupun anak-anak. Mayoritas kejadian keracunan makanan yang dialami banyak orang diakibatkan oleh virus itu.

Beberapa wilayah yang kerap menjadi penyebaran virus tersebut, yaitu sekolah atau ruang kelas, kampus, asrama, panti asuhan, dan tempat perawatan masyarakat umum. Bahan pangan maupun air yang telah terkontaminasi menjadi media fundamental penyebaran virus itu, tetapi koneksi jangka pendek dengan seseorang yang telah terinfeksi juga dapat menyebarkan virus tersebut.

Faktor Risiko Gastroenteritis

Siapa pun bisa terkena gastroenteritis. Namun, kamu lebih mungkin mengalami penyakit ini jika berada di tempat dengan banyak orang berbagi ruang tamu atau ruang makan, seperti:

  • Anak-anak di tempat penitipan anak atau di perkemahan.
  • Anak kecil yang berada di panti asuhan, penitipan anak, dan perkemahan.
  • Siswa yang tinggal di asrama.
  • Personil militer.
  • Penjara.
  • Bangsal psikiatri.
  • Penumpang kapal pesiar.
  • Wisatawan ke negara-negara kurang berkembang.
  • Siapa pun dengan kondisi kekebalan yang terganggu.

Gejala Gastroenteritis

Gejala penyakit ini biasanya akan timbul antara 1–3 hari dan bertahan hingga 1–2 hari, tetapi dapat juga sampai dengan 10 hari setelah terkontaminasi virus. Bagian tubuh manusia yang diserang gastroenteritis adalah usus, sehingga gejala yang ditimbulkannya sebagai berikut.

  • Sakit dan kram perut.
  • Diare berair, tetapi tidak berbaur dengan darah. Apabila diare telah berbaur dengan darah, infeksi yang dialami kemungkinan akan berbeda maupun lebih berat.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Kadang-kadang timbul gejala sakit kepala, demam, dan kram otot.

Adapun gejala yang dialami orang dewasa yang sudah berat dan wajib memperoleh tindakan medis dari kedokteran, yaitu:

  • Muntah darah.
  • Air yang telah diminum tidak dapat ditahan, sehingga menyebabkan muntah.
  • Muntah lebih dari 48 jam.
  • Demam di atas 400 Celcius.
  • Merasakan gejala kekurangan cairan, yaitu buang air kecil dengan frekuensi yang rendah maupun mulut yang mengering.
  • Buang air besar disertai darah.

Gejala gastroenteritis pada bayi dan anak-anak yang perlu diwaspadai oleh orang tua antara lain:

  • Terlihat lesu.
  • Diare disertai darah.
  • Demam tinggi.
  • Merasa sangat kesakitan atau tidak nyaman.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Buang air kecil maupun intensitas urine yang menurun drastis.
  • Menangis tanpa air mata.
  • Mulut yang kering.

Diagnosis Gastroenteritis

Pihak kedokteran umumnya akan memastikan diagnosis gastroenteritis berdasarkan gejala yang diderita, tetapi beberapa tes harus dilakukan untuk menentukan diagnosis penyakit itu, yaitu:

  • Cek feses, yaitu untuk mencari bakteri, virus, atau parasit yang berada di feses.
  • Sigmoidoskopi, yaitu tindakan yang dijalankan dengan memasang tabung fleksibel dan tipis dengan memakai kamera kecil dari anus ke usus besar bawah untuk mengetahui indikasi radang usus.

Pengobatan Gastroenteritis

Secara umum, maksud utama dari penyembuhan gastroenteritis adalah upaya pencegahan terjadinya kekurangan cairan dengan meminum lebih banyak air. Penyembuhan yang dilakukan di rumah sakit adalah memberikan cairan melewati infus apabila indikasi kekurangan cairan yang diderita sangat parah.

Oralit bisa diberikan untuk membantu rehidrasi. Obat ini mengandung elektrolit dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Namun, obat-obatan antibiotik tidak akan memiliki pengaruh terhadap virus yang sudah menginfeksi. Perlu diketahui jika anak-anak maupun remaja yang terserang infeksi virus itu tidak boleh diberikan obat antiinflamasi.

Beberapa langkah perawatan untuk mengatasi seseorang yang mengalami gastroenteritis, yaitu:

  • Upayakan untuk meminum lebih banyak cairan. Jika mereka kesulitan meminum air, gunakan sedotan.
  • Jangan mengonsumsi jus buah dikarenakan cairan tersebut justru dapat memperparah gejala diare yang diderita.
  • Mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit dan mudah dicerna, seperti pisang, bubur, dan ikan. Hal ini diamsudkan untuk memberikan jeda penyembuhan bagi perut untuk berhenti makan apabila mual mulai dirasakan lagi.
  • Menggunakan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
  • Anak kecil maupun orang dewasa dapat mengonsumsi cairan energi agar dapat memperbarui elektrolit di dalam tubuhnya. Untuk bayi dan anak-anak disarankan mengonsumsi oralit. Cairan yang mengandung soda, es krim, dan permen dapat meningkatkan gejala diare anak kecil.
  • Berikan cairan kepada bayi yang sakit 15–20 menit setelah muntah atau diare, hal ini dilakukan agar perut sang bayi bisa beristirahat sejenak. Air susu ibu (ASI) bisa diberikan kepada bayi jika dia masih mengonsumsi ASI. Selain itu, susu formula maupun larutan oralit juga dapat diberikan apabila balita sudah dapat meminum melalui botol.

Komplikasi Gastroenteritis

Bagi seseorang yang tidak memiliki risiko besar dan mempunyai sarana kesehatan yang memadai, gastroenterisis kerap kali bisa hilang dengan sendirinya tanpa memunculkan komplikasi. Pengobatan yang dilakukan di rumah maupun pola kebersihan yang relatif baik bisa meredakan dan mencegah gejala tersebut.

Baca Juga :  Lebih Sehat! Ini Manfaat Susu Jahe Untuk Tubuh

Namun demikian, penyakit itu juga bisa mempunyai keterkaitan negatif yang tinggi dalam beberapa kejadian yang dialami oleh orang-orang berbagai umur. Kalian perlu melakukan konsultasi medis dengan pihak kedokteran apabila mereka merasakan gejala yang parah maupun indikasi kekurangan cairan.

Pencegahan Gastroenteritis

Kalian bisa melakukan beberapa tindakan lain untuk mencegah terinfeksi gastroenteritis, yaitu:

  • Selalu mencuci tangan.
  • Selalu menggunakan peralatan pribadi.
  • Menjaga jarak dengan orang yang terkena gastroenteritis.
  • Melakukan pembersihan berbagai barang, ruangan, dan bidang yang telah tersentuh seseorang dengan indikasi gastroenterisis.
  • Menghindari konsumsi bahan pangan yang masih mentah, baik buah dan sayur, yang telah tersentuh atau dikupas oleh telapak tangan orang lain.
  • Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang. Kalian harus meminta dan memastikan agar orang lain memasaknya sampai matang.
  • Belilah air minum dalam kemasan untuk menghindari mengonsumsi air yang terkontaminasi, serta disarankan memakai air kemasan ketika menggosok gigi.
  • Menghindari konsumsi es batu yang tingkat kebersihannya tidak baik, karena cairan yang dipakai dalam pembuatannya bisa saja telah terjangkit virus.