Jenis Cek Kesehatan Wanita Sebelum Menikah, Wajib Tahu!

Cek kesehatan wanita atau medical check up perlu dilakukan secara rutin minimal 1 tahun sekali, termasuk untuk para wanita yang hendak menikah. Kesehatan wanita erat hubungannya dengan reproduksi, karena ketika terdapat suatu penyakit, maka akan mengganggu proses reproduksi.

Untuk itulah, sebelum menikah, perlu dilakukan berbagai tes kesehatan, tidak hanya pemeriksaan yang berhubungan dengan reproduksi saja. Berbagai tes kesehatan menyeluruh sebaiknya dilakukan sebelum menikah. Dengan melakukan medical check up, maka penyakit yang baru akan muncul atau sudah muncul bisa tertangani dengan cepat. Selain cek kesehatan reproduksi, kalian pun harus tau cara menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Nah, berikut merupakan jenis cek kesehatan wanita yang penting untuk dilakukan:

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Perlindungan diri dengan cek kesehatan wanita pertama yang penting untuk dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan tekanan darah. Cek tekanan darah atau yang kerap disebut dengan cek tensi berfungsi untuk mengukur kekuatan tekanan darah pada arteri ketika jantung dipompa. Alat yang digunakan untuk memeriksa tekanan darah ada 2 jenis, yaitu pompa manual dan mesin otomatis. Keduanya bisa digunakan secara akurat untuk mengukur tekanan darah seseorang.

Jenis cek kesehatan ini dapat menjadi screening tekanan darah seseorang, apakah termasuk tinggi (hipertensi) atau rendah (hipotensi). Ketika tekanan darah mengarah pada hipertensi, maka dokter akan memberikan anjuran untuk mengontrol tekanan darah agar jangan sampai menimbulkan komplikasi penyakit lain. Begitu juga ketika tekanan darah tergolong rendah, maka dokter akan menganjurkan untuk meningkatkan tekanan darah.

2. Pemeriksaan Diabetes

Cek kesehatan wanita berikutnya adalah pemeriksaan diabetes. Diabetes atau penyakit gula terjadi ketika tubuh tidak lagi menghasilkan jumlah insulin yang cukup atau insulin tidak dapat berfungsi secara normal sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Terdapat 2 jenis penyakit diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Keduanya sama-sama merupakan penyakit kronis yang menimbulkan komplikasi serius seperti jantung, gagal ginjal, amputasi, hingga kematian jika tidak dikontrol dengan baik.

Nah, untuk mengetahui apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan diabetes melalui pengukuran gula darah. Beberapa metode tes gula darah antara lain tes gula darah sewaktu, tes gula darah puasa, tes gula darah glukosa, dan tes hbA1C. Untuk jenis tes apa yang perlu dilakukan, dokter yang akan menentukannya nanti melalui pemeriksaan awal.

3. Pemeriksaan Kolesterol

Cek kesehatan wanita yang perlu dilakukan berikutnya adalah pemeriksaan kolesterol. Kolesterol tinggi tidak hanya menyerang orang lanjut usia saja, namun anak muda, pria, dan termasuk wanita berapapun usianya juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan akibat kadar kolesterol yang tinggi ini. Terlebih ketika pola makan dan gaya hidup sehat tidak terjaga dengan baik, maka kadar kolesterol dapat meningkat.

Pemeriksaan kolesterol dilakukan melalui serangkaian tes darah untuk mengukur jumlah kolesterol dan trigliserida total dalam darah. Darah akan diambil melalui ujung jari atau pembuluh darah kemudian sampelnya dicek di laboratorium. Hasil dari tes ini, secara umum dapat diketahui secara cepat dan singkat, bahkan dalam hitungan menit. Dengan melakukan tes ini, maka akan diketahui kadar kolesterol seseorang, apakah termasuk normal atau tinggi.

4. Echocardiogram

Sebelum menikah, para wanita juga sebaiknya melakukan pemeriksaan echocardiogram. Ini merupakan salah satu tes yang dapat menilai kinerja jantung seseorang. Seperti diketahui bahwa jantung merupakan rongga tubuh bagian dalam yang berfungsi memompa darah melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Jantung merupakan bagian tubuh yang sangat vital, oleh sebab itu adanya gangguan jantung pada seseorang dapat mengacaukan sistem tubuh.

Pemeriksaan echocardiogram dilakukan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang kemudian dapat terlihat melalui layar monitor. Pada layar akan terlihat apakah gerakan dan detak jantung seseorang termasuk normal atau tidak. Pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan seberapa baik katup jantung bekerja

Selain itu, pemeriksaan echocardiogram juga dapat menentukan area jantung yang tidak berkontraksi dengan baik akibat aliran darah yang buruk. Kinerja aliran darah melalui ruang dan katup jantung juga dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ini. Nantinya jika terdapat gumpalan darah pada jantung atau penumpukan cairan pada kantung jantung juga akan terlihat.

5. Pap Smear

Cek kesehatan wanita berikutnya yang perlu dilakukan adalah pap smear. Pap smear merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit kanker serviks yang menyerang wanita. Pap smear akan mendeteksi sel asing pada serviks (leher rahim) yang berpotensi menjadi kanker.

Pemeriksaan pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel telur pada leher rahim kemudian diteliti melalui laboratorium. Tak hanya mendeteksi sel kanker, pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi adanya peradangan pada leher rahim.

Pap smear sangat penting dilakukan oleh setiap wanita, terutama wanita yang sudah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan secara rutin pada wanita mulai usia 21 tahun atau sudah menikah dalam waktu 3 hingga 5 tahun sekali.

6. Mammogram

Tak hanya kanker serviks, wanita juga rentan mengalami kanker di bagian payudara. Nah, untuk mendeteksinya perlu dilakukan pemeriksaan mammogram. Mammogram merupakan pemeriksaan dengan memanfaatkan sinar-X dosis kecil untuk melihat bagian dalam payudara. Tujuannya adalah untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit pada area payudara, seperti tumor atau kanker.

Sinar X merupakan salah satu metode pencitraan dalam dunia medis yang dapat membantu proses pemeriksaan guna mendeteksi penyakit. Sinar-X tersebut dapat menghasilkan gambar payudara bagian dalam untuk diperiksa oleh dokter terkait ada tidaknya gangguan.

Sebelum melakukan proses pemeriksaan mammogram, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Terlebih jika terdapat gejala seperti benjolan atau rasa sakit pada payudara, segera lakukan pemeriksaan. Nantinya dokter yang akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk mendeteksi penyakit melalui mammogram ini. Namun umumnya, waktu terbaik untuk dilakukan pemeriksaan mammogram adalah 1 minggu setelah menstruasi selesai. Agar payudara Anda selalu sehat, tidak ada salahnya untuk mengetahui cara menjaga kesehatan payudara dari Qoala ini.

7. Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Pemeriksaan kesehatan wanita sebelum menikah berikutnya adalah pemeriksaan HIV. HIV merupakan penyakit serius yang mudah menular. Itulah mengapa pemeriksaan HIV perlu dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk mendeteksi virus HIV di dalam tubuh sedini mungkin.

Pemeriksaan HIV dilakukan melalui tes darah. Terdapat 3 jenis tes HIV yang bisa dilakukan untuk memastikan ada tidaknya virus HIV, yaitu tes antibodi, tes antibodi-antigen, dan tes PCR. Tes antibodi dilakukan dengan melihat ada tidaknya kandungan antibodi HIV pada darah. Antibodi HIV tersebut bisa terdeteksi dalam waktu 1 hingga 3 bulan setelah pasien terinfeksi virus.

Sedangkan tes antibodi-antigen merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi antigen HIV serta antibodi HIV-1 atau HIV-2 yang terdapat di dalam darah. Jenis tes ini lebih akurat dibandingkan tes antibodi biasa karena antigen muncul lebih cepat, yaitu 2 hingga 6 minggu setelah terinfeksi.

Jenis tes yang dinilai paling akurat adalah tes PCR. Tes ini dilakukan dengan pemeriksaan materi genetik HIV (DNA atau RNA) pada darah pasien. Meskipun cukup akurat, pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 2 hari sejak sampel darah diambil.

8. Kolonoskopi

Jenis pemeriksaan kesehatan wanita berikutnya yang penting untuk dilakukan adalah kolonoskopi. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan endoskopi untuk memperlihatkan kondisi lapisan usus besar dan rektum. Kolonoskopi mampu mendeteksi adanya iritasi, luka, polip, atau kanker pada bagian usus.

Baca Juga :  Petekie atau Bintik Merah Pada Kulit dan Cara Pengobatannya

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan tabung panjang dengan diameter 1,5 cm (disebut kolonoskop) yang ujungnya dilengkapi dengan kamera. Kamera tersebut akan menangkap gambar yang nantinya dicitrakan melalui layar monitor. Durasi pemeriksaan kolonoskopi berkisar antara 30 hingga 60 menit.

Untuk melakukan pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan kolonoskop ke bagian anus lalu mendorongnya ke bagian rektum dan usus besar. Hasil dari potret kamera akan diperiksa oleh dokter ahli. Sebelumnya, dokter juga biasanya akan merekomendasikan biopsi terlebih dahulu dengan mengambil sampel jaringan pada usus besar.

9. TORCH

Untuk mendeteksi adanya infeksi TORCH yang membahayakan proses hamil setelah menikah nanti, para wanita juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH. Infeksi TORCH merupakan toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex, dan infeksi lain, yang dapat menular dari ibu ke janin.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mendeteksi antibodi tubuh terhadap infeksi TORCH. Antibodi pada TORCH terdiri dari IgM dan IgG. Jika IgM positif, maka pasien positif terinfeksi virus TORCH. Namun jika IgG positif, maka terdapat 2 kemungkinan, yaitu pasien terinfeksi virus atau pernah mendapatkan vaksin untuk mencegah penyakit TORCH. Dan jika kedua jenis antibodi positif, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan ada tidaknya infeksi.

Sama seperti tes antibodi lainnya, pemeriksaan TORCH juga dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien. Sampel darah tersebut diperiksa melalui laboratorium untuk dilihat IgM dan IgG pada darah. Dokter yang akan menentukan apakah pasien terkena infeksi TORCH atau tidak.

10. Pemeriksaan Kepadatan Tulang (Bone Mineral Density)

Pada wanita juga perlu dilakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya kemungkinan osteoporosis pada seseorang. Dengan memanfaatkan sinar-X, akan diukur jumlah kalsium serta mineral lainnya pada tulang.

Dengan pemeriksaan kepadatan tulang, terdapat beberapa manfaat yang didapat, yaitu mengidentifikasi turunnya kepadatan tulang sebelum patah tulang, mengetahui adanya risiko patah tulang, mendeteksi osteoporosis sejak dini, serta melihat efektivitas terapi osteoporosis.

Tes ini dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu 10 hingga 30 menit saja. Terdapat 2 prosedur dalam pemeriksaannya, yaitu Central DXA yang mengukur tes kepadatan tulang belakang dan tulang panggul serta Peripheral DXA yang mengukur kepadatan tulang pada area tangan, jari, serta bagian tumit.