Mengenal Skin Barrier sebagai Kunci Kesehatan Kulit Wajah

Kita kerap kali mendegar petuah untuk menjaga skin barrier agar kulit tetap sehat. Banyak sekali rekomendasi produk untuk menjaga kekuatan skin barrier. Kesadaran menjaga skin barrier biasanya telah terjadi di usia remaja.

Semakin sering atau rutin menjaga skin barrier, maka kesehatan skin barrier akan semakin baik. Pada dasarnya, ada banyak sekali produk yang memiliki manfaat untuk menjaga skin barrier. Selain itu, cara menjaga skin barrier pun cara beragam atau bisa dibilang antara individu yang satu dengan yang lainnya tak selalu sama.

Lalu, apa sebenarnya skin barrier dan bagaimana cara menjaganya? Yuk, simak penjelasan berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai laman di internet.

Mengenal Skin Barrier

Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang keras dan terikat dengan lipid. Lapisan kulit sendiri terdiri dari epidermis, dermis, dan hipodermis. Letak dari skin barrier atau yang sering juga disebut dengan stratum korneum terletak di lapisan paling atas epidermis. Jaringan skin barrier sendiri terdiri dari kolesterol, ceramide, dan asam lemak.

Skin barrier memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Fungsi utamanya, yakni melindungi kulit dari kerusakan akibat polusi, zat kimia, kuman, bakteri, dan sinar ultraviolet. Sekaligus menjaga kelembapan kulit.

Fungsi Skin Barrier

Untuk memahami lebih jelas mengenai pentingnya menjaga skin barrier, berikut beberapa fungsi skin barrier yang dilansir dari laman Bhumi.co.id.

1. Melindungi Kulit dari Kerusakan

Ketika beraktivitas di luar akan membuat kulit terpapar sinar matahari, polusi, bakteri, dan sinar ultraviolet. Oleh sebab itu, skin barrier memegang peranan untuk menjadi penghalang supaya kotoran tidak masuk dan mencegah agar kandungan air di dalam kulit tidak menguap dan menimbulkan dehidrasi.

2. Melindungi Kulit dari Iritasi atau Infeksi

Skin barrier mampu melindungi kulit dari potensi iritasi. Hal ini disebabkan karena skin barrier memiliki peranan untuk menjaga kadar kehilangan air transepidermal. Hal tersebutlah yang akan menjaga dari potensi iritasi dan infeksi.

3. Menjaga Kelembapan Kulit

Fungsi utama dari skin barrier adalah menjaga kandungan air dalam kulit. Hal tersebut menjadikan kulit tetap terjaga kesehatan dan kelembapannya. Adapun, kelembapan kulit memegang pengaruh pada tingkat kekenyalan dan kekencangan kulit.

Tanda Skin Barrier Rusak

Kulit akan menunjukkan kerusakan skin barrier melalui beberapa tanda. Berikut tanda-tanda skin barrier rusak yang telah dirangkum dari laman Orami.co.id.

1. Munculnya Kemerahan pada Kulit

Kemerahan yang muncul pada kulit akan terasa menyakitkan. Kondisi ini menjadu pertanda bahwa lapisan ganda lipid di kulit telah rusak. Kulit tidak lagi mampu melawan serangan debu, polutan, radiasi, dan bakteri yang merusak jaringan lapisan bawah kulit.

Fungsi skin barrier yang telah rusak menjadi penyebab munculnya kemerahan pada kulit karena kulit telah kehilangan pelindungnya.

2. Kulit Terasa Kering dan Kesat

Ketika kulit wajah terasa kering dan kesat meskipun telah memakai banyak sekali pelembap. Maka, ini bisa jadi tanda skin barrier-mu mengalami masalah. Perlu diketahui bahwa kehilangan kelembapan kulit menjadi salah satu tanda utama lapisan pelindung kulit rusak.

Fungsi lapisan ganda lipid, yakni untuk mengunci kelembapan kulit. Jadi, ketika terganggu maka kulit akan kehilangan kelembapannya dengan cepat.

3. Tidak Tahan dengan Skincare Tertentu

Ketika skin barrier rusak maka terdapat kemungkinan Grameds tidak tahan atau tidak bisa menggunakan produk skincare tertentu. Hal ini disebabkan karena kemungkinan beberapa kandungan skincare terlalu keras atau menembus lebih dalam dari yang seharusnya. Oleh sebab itu, dapat menimbulkan rasa sakit dan menambah masalah pada kulit.

4. Kulit Terasa Gatal

Kulit yang terasa gatal, kering, mengelupas, dan dehidrasi menjadi tanda kerusakan pada skin barrier. Sehingga, Grameds harus waspada. Ketika fungsi skin barrier tidak maksimal maka akan menjadikan kulit lebih sensitif sehingga berpotensi memunculkan pengelupasan kulit.

Tidak hanya itu, skin barrier juga dapat rusak karena beberapa hal berikut.

  • Lingkuungan terlalu lembab atau kering
  • Stress
  • Cedera
  • Penuaan
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes
  • Pola hidup yang kurang sehat, seperti merokok, minum minuman beralkohol, konsumsi makanan tidak sehat, dan kurang tidur
  • Terlalu sering terkenang sinar UV
  • Terpapar alergen, polutan, dan iritan
  • Terpapar bahan kimia yang terlalu keras
  • Mandi dengan air panas
  • Terlalu sering eksfoliasi dan mencuci muka
  • Perawatan kulit yang buruk
  • Riwayat dermatitis atopic dan psoriasis
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • Gangguan psikologi
  • Faktor genetic yang membuat masalah kulit, misalnya psoriasis dan dermatitis.

Cara Menjaga Skin Barrier

skin barrier adalah

Skin barrier kulit harus dijaga agar kulit senantiasa sehat. Berikut beberapa cara menjaga skin barrier yang telah dirangkum dari laman Orami.co.id, Hellosehat.com, dan Alodokter.com.

1. Pilih skincare dengan Bahan yang Lembut

Grameds dapat memilih produk skincare, seperti pelembap, sabun, sunscreen, dan losion yang berbahan lembut serta tidak mengandung pewangi dan alkohol. Tidak hanya itu, kadar pH dalam produk juga harus diperhatikan. Grameds harus memilih skincare dengan pH yang hampir serupa dengan pH kulit normal sebagai upaya untuk mengurangi risiko terjadinya iritasi.

2. Gunakan Skincare yang Mengandung Ceramide

Kulit memproduksi ceramide secara alami. Namun, Grameds juga dapat menemukan kandungan ceramide dalam produk pelembap, losion, dan serum. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk perawatan kulit dengan kandungan ceramide dapat membantu untuk mengurangi gejala kerusakan skin barrier.

3. Hindari Kebiasaaan yang Merusak Kulit

Secara tidak sadar, Grameds mungkin sering kali melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya berdampak buruk bagi kulit. Misalnya mandi dengan air yang terlalu panas, mandi terlalu lama, atau menggaruk kulit dengan kasar.

Tidak hanya itu, ketika mencukur rambut harus hati-hati. Grameds harus melumasi krim gel atau losion khusus sebelum mencukur dan cukur rambut searah dengan tumbuhnya rambut. Grameds juga disarankan untuk segera memakai pelembap atau losion setelah mandi guna mengunci kelembapan dan menjaga.

4. Pakai Skincare denfan Kandungan Minyak dari Tumbuhan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak yang diekstrak dari tumbuhan memiliki banyak manfaat untuk kulit, terutama memperkuat skin barrier. Misalnya minyak jojoba, minyak almond, minyak kelapa, dan minyak bunga matahari. Minyak jenis ini diketahui memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang mampu membuat kulit lebih sehat.

5. Jalani Pola Hidup Sehat

Skin barrier dapat dijaga dengan menjalani pola hidup sehat. Grameds harus mengonsumsi makanan bergizi tinggi, tidur yang cukup, dan olahraga dengan rutin. Tidak hanya itu, kondisi psikologis juga berdampak pada kulit. Salah satu, caranya dengan mengelola stres.

6. Menyederhanakan Perawatan Kulit Harian

Cara merawat skin barrier yang paling penting adalah menyederhanakan perawatan kulit harian. Beberapa orang mungkin tidak sadar jika melakukan perawatan kulit yang rumit justru dapat melemahkan penghalang kulit mereka.

Jika kulit mulai mengelupas maka coba perhatikan bagaimana kulit beraksi terhadap metode yang digunakan. Beberapa ahli menyarankan untuk orang dengan kulit sensitif menggunakan kain lembut dan zat kimia ringan ketika melakukan eksfoliasi kulit.

Baca Juga :  Pengertian Halusinasi, Penyebab, Jenis dan Tahapan Halusinasi serta Cara Mengatasi Halusinasi Lengkap

7. Menjaga Keseimbangan pH Kulit

Menjaga kesehatan skin barrier juga dapat dilakukan dengan menjaga tingkat keasaman (pH) kulit. Kadar normal pH kulit kurang lebih 5,7. Adapun, pH pada beberapa produk perawatan kulit berkisar pada 3,7 sampai 8,2.

Oleh sebab itu, Grameds harus memilih produk pembersih yang dekat dengan pH alami kulit. Tujuannya untuk melindungi kulit dari masalah, seperti jerawat, dermatitis, infeksi candida albicans, dan gangguan kulit lainnya.

Tidak semua produk mencantumkan kadar pH dalam kemasannya. Grameds dapay mencari tahunya dari situs atau bertanya kepada penjualnya jika memungkinkan.

8. Pelembap dengan Kandungan Tertentu

Pelempab juga harus menjadi perhatian dalam menjaga skin barrier. Pilihan kandungan pelembap yang tepat menjadi kunci kelembapan air dari kulit, seperti humektan dan petrolatum. Kedua jenis pelembap tersebut diklaim mampu mencegah kehilangan air dari kulit sebanyak 99%. Beberapa zat yang direkomendasikan sebagai bahan campuran dalam pelembap adalah gliserin, madu, dan asam hyaluronat (hyaluronic acid).

9. Tetap Lindungi dari Sinar Matahari

Salah satu cara untuk menjaga skin barrier adalah dengan cara memakai sunscreen atau tabir surya dengan SPF minimal 30 atau lebih. Jika tidak memakai sunscreen secara teratur maka kulit akan terpapar radiasi ultraviolet dan sel-sel di kulit akan rusak.

Ketika Grameds jarang memakai sunscreen akan menyebabkan penuaan dini, merusak elastisitas kulit, dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Oleh sebab itu, penggunan sunscreen menjadi penting dan tidak boleh dilewatkan setiap harinya.

Dengan menggunakan sunscreen, kulit akan terjaga kekencangannya dan keawetan mudanya. Sekaligus dapat mencegah kerutan dan bitnik-bintik cokelat.

Demikian sudah pembahasan tentang skin barrier, dari pembahasan di atas untuk menjaga kesehatan skin barrier bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjaga pola hidup sehat. Jadi, jangan pernah tinggalkan pola hidup sehat!