Generic Stucture Explanation Text & Contoh Explanation Text

Kata explanation dalam bahasa Inggris, pastinya sudah tidak asing lagi. Di dalam dunia edukasi, atau bahkan kehidupan sehari-hari kita seringkali dijumpai oleh yang namanya explanation, atau penjelasan dalam bahasa Indonesia. Explanation text adalah sebuah teks yang menjelaskan tentang terjadinya suatu proses.

Setiap hari di kelas, guru akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya. Mulai dari proses terjadinya hujan, cara bekerja organ tubuh manusia, bagaimana mengoperasikan suatu mesin dan lain-lain. Penjelasan tersebut sama halnya dengan explanation text.

Explanation text atau teks eksplanasi memiliki tujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial, alam dan juga budaya. Untuk memahami apa itu explanation text, bagaimana generic structurenya, bagaimana cara menulis explanation text, dan latihan soal beserta jawabannya, simak tulisan di bawah ini.

Pengertian Explanation Text

Explanation text dalam bahasa Inggris adalah sebuah teks yang menjelaskan tentang terjadinya suatu proses.

Text jenis ini sebetulnya sedikit mirip dengan procedure text. Procedure text memiliki tujuan untuk menjelaskan cara melakukan sesuatu, sedangkan explanation text menjelaskan tentang bagaimana suatu proses tersebut.

Explanation text menceritakan bagaimana proses mulai dari pembentukan fenomena alam, sosial, ilmiah sampai budaya. Teks jenis ini sangat sering ditemukan dalam buku-buku sains, sejarah dan geografi.

Generic Structure Explanation Text

Seperti jenis teks lainnya, explanation text memiliki struktur:

1. Judul

Setiap teks atau tulisan tentunya memiliki judul di awal-awal untuk memberi tahu apa isi yang dituliskan dalam sebuah tulisan, begitu juga dengan explanation text.

Saat memberikan judul untuk explanation text, kita tidak perlu bertele-tele, langsung saja menuliskan apa yang sesuai dengan isi tulisannya. Misalnya, ‘What causes a flood?’, ‘Why is the earth rotating?’ atau  ‘How the lungs work’ dan lain sebagainya.

Judul pada explanation text memiliki tujuan untuk mempersiapkan atau mengarahkan pembaca kepada teks. Judul pada teks ini biasanya muncul dalam berbagai bentuk yang menyebutkan sebuah tindakan sampai pertanyaan ‘Bagaimana’ dan ‘Mengapa’. Pertanyaan seperti itu yang akan dijawab dengan penjelasan di dalam teks.

2. Pernyataan Pembuka

Explanation text memiliki tujuan penulisan yang tentu saja harus memberikan informasi valid dan bersifat fakta kepada para pembaca. Dengan begitu, pernyataan pembuka yang sangat kuat perlu disisipkan di dalam tulisan.

Akan lebih baik jika penulis menyertakan bukti penelitian sebelumnya seperti jurnal atau artikel yang memang sudah diuji kebenarannya.

Pada pernyataan pembuka, penulis juga bisa menuangkan identifikasi dari sebuah proses untuk dijelaskan di dalam teks. Untuk menulis pernyataan pembuka, kamu bisa coba untuk fokus kepada proses dari sebuah fenomena yang ingin dijelaskan.

Dengan pernyataan pembuka yang memperkenalkan atau mengidentifikasi sebuah fenomena yang ingin dibahas akan memberikan pembaca pengenalan singkat tentang hal tersebut dan memberikan pemahaman singkat tentang jenis teks yang kamu tulis.

3. Sequencing

Ketika menulis sebuah tulisan, hendaknya pisahkan ke dalam beberapa sequence atau bagian. Tentunya kamu tidak mau membuat pembaca pusing membaca satu paragraf yang sangat panjang.

Sambungkan paragraf dengan hubungan sebab-akibat dari fenomena yang sedang ditulis. Paragraf yang dituliskan harus berurut secara logis dan menjelaskan mengapa atau bagaimana suatu hal bisa terjadi.

Penjelasan yang diurut harus terdapat serangkaian kejadian, tindakan, penyebab atau proses dari fenomena tersebut. Peristiwa yang terjadi juga dituliskan sesuai dengan urutan waktu atau penyebabnya.

Semua ini harus dituliskan dengan rinci dan akurat. Biasanya urutan peristiwa yang ditulis akan berkembang dengan menjelaskan bagaimana peristiwa terjadi dalam periode waktu.

4. Konklusi

Konklusi atau kesimpulan dituliskan ketika semua penjelasan sudah selesai ditulis. Kesimpulan yang diberikan di akhir explanation text akan memberikan kesan bahwa tulisan yang dibuat adalah valid.

5. Visual

Dalam explanation text, visual atau diagram sudah jadi hal lumrah untuk disematkan. Gambar atau visual yang diberikan berguna untuk memperjelas explanation text yang ada. Terlebih lagi dalam teks ilmiah, diagram atau ilustrasi yang akurat sangat penting untuk mendukung explanation text.

Language Feature Explanation Text

Explanation text memiliki language feature, yaitu:

  1. Menggunakan present tense, karena explanation text membahas sebuah fakta.
  2. Menggunakan kelompok kata benda yang kompleks, hal ini bertujuan untuk membangun deskripsi yang rinci misalnya, ‘Threatening’, ‘Rampaging’ atau ‘Enormous’ dan masih banyak lagi.
  3. Menggunakan kata benda abstrak seperti ‘heat’, ‘earthquakes’, ‘floods’, dan lain-lain.
  4. Menggunakan kalimat yang subjeknya jelas dan menggunakan kata kerja agreement.
  5. Menggunakan action verbs untuk menjelaskan penyebab dari fenomena yang dibahas seperti ‘from’ atau ‘started from’.
  6. Menggunakan adverbial phrase dari sebuah waktu dan tempat untuk memberi tahu kapan dan di mana kejadian tersebut berlangsung. Misalnya. ‘Its is to be found in Sulawesi, Indonesia’.
  7. Menggunakan penghubung untuk menghubungkan urutan waktu dalam urutan sebab akibat. Misalnya ‘after’, ‘finally’, ‘so’, ‘then’ dan lain-lain.
  8. Menggunakan passive voice yang berguna untuk menekankan fokus kejadian yang berlangsung.
  9. Menggunakan konjungsi waktu, misalnya, ‘when’, ‘as’. Konjungsi waktu ini untuk mengurutkan dan menghubungkan peristiwa sehingga teks yang ditulis lebih mengalir. Konjungsi waktu ini bisa ditempatkan lebih dahulu pada sebuah kalimat untuk memusatkan perhatian pembaca.
  10. Menggunakan istilah-istilah teknis atau rantai kata tentang subjek.
Baca Juga :  Contoh Penggunaan PM dan AM