Fungsi Oviduk Pada Sistem Reproduksi Wanita

Kamu pasti sudah tahu dengan jelas dong bahwa setiap manusia yang hidup di bumi ini, baik itu pria maupun wanita itu memiliki sistem reproduksi masing-masing. Melalui sistem reproduksi ini menjadi salah satu cara utama untuk mempertahankan keturunan sekaligus peradaban di dunia, terutama bagi wanita. Nah, pada sistem reproduksi wanita itu terdapat 2 bagian yakni bagian dalam yang tidak dapat dilihat secara langsung dan bagian luar yang dapat dilihat secara kasat mata. Pada bagian dalam itu terdapat salah satu organ bernama oviduk alias tuba falopi yang keberadaannya memiliki banyak fungsi bagi reproduksi wanita.

Lantas, apa saj sih fungsi oviduk bagi proses reproduksi itu? Bagaimana cara kerja dari oviduk alias tuba falopi ini? Apakah oviduk juga rentan akan gangguan yang dapat menyebabkan kesulitan hamil? Nah, supaya kamu memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasannya berikut ini!

Fungsi Oviduk Dalam Sistem Reproduksi Wanita, Apa Saja?

Ilustrasi Oviduk Pada Sistem Reproduksi Wanita

Sebelum membahas apa saja fungsi oviduk dalam sistem reproduksi wanita, akan ada baiknya jika Grameds memahami terlebih dahulu apa itu oviduk.

Oviduk atau yang juga dapat disebut sebagai tuba falopi ini pada dasarnya adalah sebuah saluran yang menghubungkan antara indung telur (ovarium) dan rahim, dengan panjang 10-13 cm serta diameter sekitar 1 cm. Berhubung oviduk ini adalah organ reproduksi dalam, maka tentu saja tidak dapat dilihat secara kasat mata. Namun, letaknya berada di perut bagian bawah, dengan bagian ujungnya terletak di dekat ovarium.

Sama halnya dengan organ reproduksi lain, oviduk alias tuba falopi ini pun juga terdiri atas beberapa lapisan. Pada lapisan terluarnya akan berupa membran yang bernama serosa. Sementara itu, pada lapisan di dalamnya berupa lapisan otot yang bernama pyosalpinx.

Fungsi utama dari oviduk ini tentu saja sebagai tempat lewatnya sel telur yang berasal dari ovarium menuju bagian rahim, terutama ketika terjadi ovulasi. Fungsi oviduk lainnya yang berkaitan dengan proses reproduksi adalah sebagai tempat bertemunya sel telur dengan sperma, terutama ketika pembuahan.

Nah, jika oviduk alias tuba falopi ini tersumbat, maka tentu saja perjalanan sel telur menuju rahim akan terhambat. Nantinya, ketika sel telur dan sperma sudah bertemu di oviduk ini, maka saluran tersebut akan melekat pada lapisan rahim (endometrium). Keberadaan oviduk pada sistem reproduksi wanita tentu sangat penting, apalagi untuk hamil. Berikut ini fungsi-fungsi oviduk dalam sistem reproduksi wanita, yakni:

1. Sebagai Jalur Penghubung Antara Ovum Dengan Rahim

Fungsi oviduk yang pertama adalah sebagai jalur penghubung antara sel telur wanita alias ovum dengan rahim (uterus). Nantinya, ovum tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim yang dibantu oleh silia. Silia ini bentuknya mirip seperti rambut halus.

2. Sebagai Tempat Pembelahan Embrio Sementara

Fungsi oviduk yang kedua adalah sebagai tempat pembelahan maupun pertumbuhan embrio secara sementera. Setelah itu, barulah embrio melekat pada endometrium. Bagi Grameds yang lupa tentang apa itu embrio, embrio ini pada dasarnya awal terbentuknya jabang bayi dalam proses kehamilan.

3. Sebagai Tempat Terjadinya Pembuahan Ovum

Fungsi oviduk yang ketiga adalah sebagai tempat terjadinya pembuahan sel telur alias ovum. Ovum yang telah dibuahi oleh sel sperma ini, nantinya akan melekat di dinding rahim dan seiring perkembangannya menjadi sebuah kehamilan.

Bagaimana Cara Kerja Oviduk?

Utamanya, oviduk alias tuba falopi ini harus bekerja secara maksimal terutama ketika tengah dalam proses reproduksi antara wanita dengan pria. Dilansir dari yoona.id, cara kerja oviduk  ini akan berkaitan dengan semestinya fungsi oviduk dirasakan oleh wanita terutama untuk tujuan kehamilan.

Cara kerjanya yang pertama adalah dengan mengangkut sel telur (ovum) dari bagian ovarium menuju ke rahim (uterus). Supaya dapat terjadi pembuahan terhadap sel telur tersebut, sel sperma dari pria harus menuju ke oviduk terlebih dahulu. Setelah sel telur dan sel sperma bertemu di oviduk ini, kemudian barulah sel telur akan dibuahi oleh sel sperma.

Jika sudah demikian, maka akan terjadi kontraksi pada oviduk. Sel telur kemudian akan melanjutkan perjalanannya menuju rahim (uterus). Pada intinya, cara kerja oviduk ini berkaitan dengan fungsi oviduk sebagai jalan utama yang harus dilewati sel telur sebelum menuju ke rahim (uterus).

Gangguan yang Rentan Terjadi Pada Oviduk

Ilustrasi Konsultasi Dokter Terkait Gangguan Sistem Reproduksi

Meskipun oviduk ini merupakan organ reproduksi bagian dalam yang tidak kasat mata, tetapi nyatanya dapat juga mengalami gangguan. Gangguan ini disebabkan oleh tersumbatnya oviduk yang menjadikan sel sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur di dalam rahim, sehingga pembuahan pun tidak bisa terjadi. Kondisi ini sangat berpengaruh pada gangguan kesuburan alias infertilitas lho…

Sayangnya, tersumbatnya oviduk ini jarang menimbulkan gejala yang jelas sehingga para wanita sering tidak mengetahui apakah oviduknya masih “sehat” atau tidak. Namun menurut alodokter.com, ada beberapa kondisi dimana wanita merasakan nyeri di perut bagian bawah dan keputihan yang tidak normal, sebagai akibat dari tersumbatnya oviduk ini. Nah, dari penyumbatan tersebut ternyata dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan oviduk ini.

Perlu diketahui ya Grameds bahwa setiap wanita itu umumnya memiliki 2 oviduk, sehingga penyumbatannya dapat terjadi pada kedua atau bahkan salah satu oviduk saja. Di seluruh penjuru dunia ini, juga ada wanita yang terlahir dengan hanya memiliki 1 oviduk saja. Meskipun demikian, apabila 1 oviduk itu dalam kondisi sehat dan siklus menstruasinya pun normal, maka masih tetap bisa hamil serta memiliki anak.

Berikut ini ada gangguan-gangguan alias masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penyumbatan oviduk tersebut.

1. Kehamilan Ektopik

Ilustrasi Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi dimana terjadi kehamilan tetapi di luar kandungan. Artinya, embrio alias calon jabang bayinya berada di luar rongga utama rahim. Hal tersebut terjadi karena sel telur terlambat diangkut untuk menuju ke rahim. Yap, kondisi ini bisa saja berlaku terutama ketika embrio yang sudah dibuahi malah tidak turun menuju rahim, tetapi masih tetap bertahan di oviduk ini.

Kehamilan di luar kandungan ini apabila masih dipertahankan malah justru membahayakan kesehatan. Jika hal ini tidak segera ditangani oleh tenaga medis profesional, dapat menyebabkan adanya pendarahan rahim secara abnormal hingga kematian.

2. Kanker Tuba Falopi

Sebenarnya, beberapa jenis kanker yang didiagnosis sebagai kanker ovarium itu bermula dari oviduk ini. Ada juga jenis kanker bernama kanker ovarium serosa tingkat tinggi yang juga berawal dari tersumbatnya oviduk.

3. Kista Paratubal

Kista ini sifatnya jinak dan biasanya masih bisa sembuh sekalipun tanpa pengobatan. Kistanya akan berisi cairan yang terbentuk di dekat ovarium dan oviduk.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi dimana endometrium alias jaringan yang melapisi dinding rahim, malah tumbuh di luar dinding rahim. Kuat dugaan, penyebab terjadinya hal ini adalah adanya gangguan aliran darah ketika menstruasi. Gejala utamanya berupa rasa nyeri atau kram hebat di bagian perut bawah atau panggul.

Untuk pengobatannya dapat dilakukan dengan meminum obat pereda nyeri hingga terapi hormon supaya menghambat pertumbuhan jaringan. Olahraga yang cukup dan menjaga berat badan ideal juga menjadi langkah sejak dini yang bisa dilakukan untuk mencegah endometriosis ini.

5. Torsi Tuba

Kondisi yang berupa terpelintirnya oviduk ini tentu saja dapat mengganggu fungsi oviduk sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan suplai darah menuju ke bagian oviduk dan ovarium menjadi minum. Jika tidak segera diobati, dapat mempengaruhi kesuburan.

6. Salpingitis

Salpingitis adalah peradangan yang menyebabkan saluran oviduk akan mengalami penebalan. Gejalanya hampir mirip dengan penyakit radang panggul yang berupa nyeri di bagian abdomen bawah, perdarahan uterus yang abnormal, dan lainnya. Ada 2 jenis penyakit salpingitis yang rentan diderita wanita yakni Salpingitis Isthmica Nodosa dan Salpingitis Non-Nodular.

Untuk jenis Salpingitis Isthmica Nodosa lebih cenderung pada pembentukan nodul yang menyebabkan sel telur akan kesulitan melewati oviduk. Sementara untuk jenis Salpingitis Non-Nodular dapat terjadi karena infeksi. Kedua jenis ini tetap harus segera diobati karena dapat mendatangkan risiko terjadinya kehamilan ektopik hingga kemandulan.

7. Infertilitas

Singkatnya, interfilitas ini adalah kondisi dimana tidak terjadi kehamilan sekalipun sudah melakukan hubungan seksual secara rutin dalam kurun waktu setahun. Hal ini dapat terjadi karena adanya gangguan pada proses ovulasi. Mengingat ovulasi ini adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium, maka jika proses tersebut sudah terganggu dapat menyebabkan sel sperma tidak dapat membuahi sel telur.

Berkaitan dengan interfilitas ini, tidak sepenuhnya salah istri ya, tetapi pihak suami juga dapat menjadi faktor penyebabnya juga. Terutama bagi pasangan suami istri yang mana usia istrinya kurang dari 35 tahun, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter kandungan jika sudah setahun menikah tidak kunjung mendapatkan momongan.

Baca Juga :  Mengenal Fungsi Hipotalamus dan Hormon yang Dihasilkan

Faktor penyebab ternyata interfilitas adalah siklus haid yang tidak teratur, PCOS Syndrom, kebiasaan merokok dan minum alkohol, stress, diet ketat, obesitas, dan lainnya.

8. Hidrosalping

Gangguan ini terjadi apabila salah satu atau kedua saluran oviduk mengalami pembengkakan dan berisikan cairan kental. Hal itu tentunya akan menyebabkan infeksi sekaligus penyumbatan pada oviduk itu sendiri. Kondisi hidrosalping ini juga dapat menyebabkan interfilitas pada wanita lho karena pembengkakan oviduk tadi.

Memahami Sistem Organ Reproduksi Wanita

Ilustrasi Bagian-Bagian Sistem Reproduksi Wanita

Sama halnya dengan sistem organ lainnya, dalam sistem organ reproduksi wanita juga terdapat bagian-bagian tersendiri, yang secara umum terletak di bagian dalam dan bagian luar. Bagian dalam ini tidak dapat dilihat secara langsung, sementara bagian luar tentu saja dapat dilihat secara langsung. Nah, berikut ini adalah penjabaran bagian-bagian yang terdapat dalam sistem organ reproduksi wanita alias Miss V!

Bagian Luar

1. Mons Pubis

Yakni bagian terluar dari sistem organ reproduksi wanita. Bentuknya serupa dengan segitiga yang melindungi tulang kemaluan (simfisis pubis). Di bagian ini, terdapat jaringan lemak, jaringan kulit, jaringan ikat, kelenjar keringat, hingga akar rambut halus.

2. Labia Mayora

Yakni lipatan yang hampir menyerupai bentuk bibir, sehingga kerap pula disebut dengan bibir kemaluan. Berdasarkan letaknya, bagian labia mayora ini memiliki 2 jenis yakni yang berada di permukaan luar dan permukaan dalam.

Labia mayora yang terletak di permukaan luar akan terdapat lapisan sel epitel bertanduk dan akar rambut. Sementara itu, yang terletak di permukaan dalam akan tampak licin sebab memiliki jaringan lemak dan tidak mempunyai folikel rambut hingga kelenjar keringat.

3. Labia Minora

Singkatnya, labia minora ini adalah bibir kecil yang terletak pada kemaluan, tepatnya di sebelah labia majora dan sebelum Miss V. Hal utama yang membedakan antara labia minora dengan labia majora adalah tidak terdapat akar rambut halus dan justru memiliki banyak pembuluh darah.

Jika ingin membaca penjelasan mengenai apa itu  labia minora secara rinci, dapat klik disini.

4. Klirotis

Yakni sebuah organ seksual yang berada di dalam Miss V. Memiliki struktur yang hampir sama dengan penis pada laki-laki, bahkan keduanya juga berada dalam posisi yang sama. Perbedaan yang paling mencolok adalah klirotis ini tumbuh ke arah dalam, sementara penis pada laki-laki tumbuh ke arah luar.

5. Selaput Dara

Yakni sebuah membran tipis yang menutupi lubang di Miss V dan berada sekitar 1-2 cm dari bibir Miss V. Sedikit trivia saja nih, selaput dara yang dimiliki setiap wanita itu berbeda-beda ya, bahkan akan tumbuh pula seiring dengan berkembangnya Miss V pada wanita. Meskipun semua wanita umumnya terlahir dengan memiliki selaput dara, tetapi ternyata ada pula yang tidak.

6. Vestibulum

Yakni rongga kemaluan yang letaknya berada di labia minora. Organ ini menjadi muara dari saluran uretra (saluran kencing) dan lubang Miss V.

Bagian Dalam

1. Miss V

Yakni organ seksual yang dimiliki oleh kaum wanita dengan bentuk layaknya tabung. Fungsinya adalah untuk berhubungan seksual sekaligus jalan lahirnya bayi.

2. Uterus atau Rahim

Menjadi organ yang paling penting bagi reproduksi wanita. Rahim ini berhubungan dengan leher rahim (serviks) yang tersambung pula dengan Miss V dan tuba falopi. Nah, selama masa kehamilan, nantinya proses perkembangan bayi akan terjadi di dalam rahim ini.

3. Tuba Falopi atau Oviduk

Yakni saluran yang menghubungkan ovarium (sel telur) menuju ke rahim. Saluran ini juga menjadi tempat terjadinya fertilisasi antara sperma dengan ovum. Tidak hanya itu saja, saluran tuba turut menjadi tempat pertumbuhan atau pembelahan embrio sementara, sebelum akhirnya melekat pada lapisan rahim.

4. Ovarium

Yakni indung telur yang memiliki fungsi berupa organ penghasil sel kelamin bagi wanita. Organ ini terdapat 2 buah yang terletak di sisi kanan dan sisi kiri rahim dengan bentuk bulat lonjong.