Unsur-Unsur Transisi

Pada materi ini, yang akan kita bahas adalah sifat-sifat umum, kegunaan, dan ion kompleks.

Sifat-Sifat Umum Unsur Transisi

Sifat-sifat umum unsur transisi antara lain :

  • Semua unsur transisi tergolong logam dengan titik cair dan titik didih relatif tinggi.
  • Bersifat paramagnetik (sedikit tertarik ke dalam magnet).
  • Membentuk senyawa yang berwarna.
  • Memiliki beberapa bilangan oksidasi (biloks).
  • Membentuk berbagai macam ion kompleks.
  • Banyak yang berfungsi sebagai katalis.

Kegunaan Unsur Transisi

  • Skandum (Sc) : Komponen pada lampu listrik yang berintensitas tinggi.
  • Titanium (Ti) : Sebagai paduan logam yang sangat keras dan tahan karat.
  • Vanadium (V) : Di alam V2O5, katalis pada pembuatan H2SO4 (proses kontak), dengan Fe : baja vanadium yang keras, kuat, dan tahan karat ( untuk per mobil).
  • Kromium (Cr) : Penyepuh (plating) pada peralatan logam (menahan korosi dan menambah keindahan), pigmen dan penyamak kulit. Nikrom : 15% Cr + 60% Ni + 25% Fe (sebagai alat pemanas).
  • Mangan (Mn) : Digunakan dalam proses pembuatan baja karena bisa mengikat oksigen.
  • Besi (Fe) : Untuk pembuatan baja, perangkat elektronik, kerangka bangunan.
  • Kobalt (Co) dan Nikel (Ni) : Paduan logam (alloy). Ni : sebagai bahan campuran stainless steel, Co : sebagai bahan sintesis vitamin B12.
  • Tembaga (Cu) : Kabel listrik dan peralatan rumah tangga. Cu : paduan logam, seperti kuningan (+ Zn), perunggu (+ Zn, Mn, Sn), monel (+ Ni, Fe).
  • Seng (Zn) : Pembuatan atap (tidak mudah berkarat), batu baterai, campuran kuningan, melapisi logam besi supaya tidak berkarat, pigmen lithopone (putih) pada pembuatan cat, alat elektronik (menghamburkan sinar X) : pada tabung televisi, oscillpscope, dan fluoroscope sinar X.

Ion Kompleks

a. Pengertian Ion Kompleks

Ion kompleks ialah ion yang berkaitan dengan ikatan kovalen koordinasi. Ikatan kovalen koordinasi ialah ikatan dimana elektron yang digunakan untuk berikatan semuanya milik salah satu atom.

Ion kompleks terdiri dari :

Atom pusat + Ligan

Atom pusat ialah atom yang menyediakan orbital kosong, sedangkan ligan ialah menyediakan pasangan elektron. Pada ion kompleks terdapat juga bilangan koordinasi. Bilangan koordinasi ion pusat ialah jumlah ligan sederhana atau jumlah donor atom yang terikat pada satu ion pusat, dan muatan ion kompleks merupakan jumlah muatan ion pusat dengan ligan-ligannya.

Bilangan koordinasi = Jumlah ligan

b. Tata Nama Ion Kompleks

  1. Kation selalu disebutkan terlebih dahulu daripada anion.
  2. Nama ligan disebutkan secara berurut sesuai abjad.
    Daftar ligan sesuai abjad :
    daftar ligan sesuai abjad
  3. Jika ligan lebih dari satu, maka dinyatakan dengan awalan :
    1 = mono
    2 = di
    3 = tri
    4 = tetra
    5 = penta
    6 = heksa
    7 = hepta
    8 = Okta
    9 = Nona
    10 = Deka
  4. Untuk ion kompleks bermuatan positif, nsms unsur logamnya menggunakan bahasa Indonesia dan diikuti bilangan oksidasi logam tersebut dengan angka romawi dalam tanda kurung.
  5. Untuk ion kompleks bermuatan negatif, nama unsur logamnya dalam bahasa Latin di akhiri sisipan -at dan diikuti bilangan oksidasi tersebut dengan angka romawi dalam tanda kurung.
  6. Urutan penamaan :
    Jumlah Ligan + Nama Ligan + Atom Pusat

Demikian penjelasan dari kami, semoga kalian dapat memahaminya. Tingkatkanlah ilmu dan pengetahuan agar kelas kalian bisa mencapai cita-cita. Semoga bermanfaat dan sekian terima kasih.

Baca Juga :  Sistem Koloid – 8 Macam Sistem Koloid Dan Penjelasan Lengkap