Tata Cara serta Doa Tahajud dan Witir Lengkap dengan Artinya!

Islam mengajarkan untuk menjalankan shalat wajib dan sunnah sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada Allah. Perintah untuk menjalankan shalat diperkuat dengan adanya beberapa ayat Al-Quran yang memuat tentang perintah tersebut.

Sebagai contoh pada Surah An-Nur ayat 58 sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Yā ayyuhallażīna āmanụ liyasta`żingkumullażīna malakat aimānukum wallażīna lam yablugul-ḥuluma mingkum ṡalāṡa marrāt, ming qabli ṣalātil-fajri wa ḥīna taḍa’ụna ṡiyābakum minaẓ-ẓahīrati wa mim ba’di ṣalātil-‘isyā`, ṡalāṡu ‘aurātil lakum, laisa ‘alaikum wa lā ‘alaihim junāḥum ba’dahunn, ṭawwāfụna ‘alaikum ba’ḍukum ‘alā ba’ḍ, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāt, wallāhu ‘alīmun hakīm”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” (QS. An-Nur [24]: 58).

Shalat sunnah biasanya dilakukan untuk meminta sesuatu secara khsusus pada Allah SWT. Shalat sunnah di antaranya terdiri dari shalat qabliyah dan ba’diyah, shalat dhuha, shalat tahajud, shalat, hajat, shalat witir, dan sebagainya. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai shalat tahajud dan witir mulai dari tata cara sampai doa tahajud dan witir.

Mengenal Shalat Tahajud

Shalat tahajud merupakan amalan sunnah yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan menjalankan shalat tahajud, Grameds dapat mengangkat derajat umat Islam ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT. Shalat tahajud disebut sebagai qiyamul lail yang juga mendapatkan tempat yang istimewa.

Shalat tahajud dikerjakan di sepertiga malam sampai sebelum subuh. Hal ini sesuai dengan perintah dalam Al-Quran tentang pengerjaan shalat tahajud.

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra 79)

Pelaksanaan shalat tahajud memiliki waktu-waktu mustajab. Shalat tahajud sendiri dapat dilakukan mulai dari setelah waktu Isya’ sampai sebelum subuh. Melansir dari laman Merdeka.com, terdapat beberapa waktu yang harus diperhatikan ketika mengerjakan shalat tahajud di antaranya sebagai berikut.

  • Mengerjakan shalat sunnah tahajud pada waktu setelah Isya’ sampai pukul 22.00
  • Mengerjakan shalat sunnah tahajud pada pukul 22.00 sampai 01.00 dini hari
  • Melaksanakan shalat sunnah tahajud pada pukul 01.00 sampai menjelang waktu Subuh

Sementara itu, keutamaan dari shalat tahajud sebagaimana yang diunggah dalam laman Nahdlatul Ulama (NU) di antaranya sebagai berikut.

  • Shalat yang paling utama setelah shalat lima waktu.
  • Shalat yang lebih utama dari shalat sunah yang dilakukan pada siang hari.
  • Shalat yang menjadi ciri khas orang saleh karena merupakan ibadah yang tidak populer.
  • Orang yang sholat tahajud merupakan kebanggaan Allah.
  • Shalat yang dapat mengabulkan berbagai doa baik yang dipanjatkan kepada Allah.

Tata Cara Shalat Tahajud

Adapun, tata cara shalat tahajud sebagai berikut.

1. Membaca niat sholat tahajud

Niat dari shalat tahajud, yakni sebagai berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.”

2. Mengucap takbiratul ihram

للَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: Allah Maha Besar

3. Membaca surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ – ١

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ٢

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ -٣

ar-raḥmānir-raḥīm    

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – ٤

māliki yaumid-dīn

Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – ٦

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ – ٧

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

4. Membaca surah Al-Kafirun

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ

qul yā ayyuhal-kāfirụn

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

lā a’budu mā ta’budụn

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

lakum dīnukum wa liya dīn

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

5. Melakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti shalat fardu.

Berikut bacaan rukuk.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Subhaana robbiyal ‘adhiimi 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung

Selanjutnya, melakukan iktidal, berikut bacaan iktidal yang umumnya dilafalkan dalam shalat.

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’alloohu liman hamidah

Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.

Setelah, melakukan iktidal, Grameds melanjutkan dengan sujud pertama. Berikut bacaan dari sujud.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى

Subhaana robbiyal ‘a’la 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi

Selesai melakukan sujud pertama, Grameds harus duduk di antara dua sujud. Berikut bacaan dari duduk di antara dua sujud.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allohummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilahkebutuhanku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki.

Adapun, bacaan sujud kedua sama dengan sujud pertama.

6. Membaca surah Al-Fatihah

7. Membaca surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

qul huwallāhu aḥad

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

allāhuṣ-ṣamad

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

lam yalid wa lam yụlad

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

8. Melakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti shalat fardu.

9. Duduk dan membaca tasyahud akhir

لتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

10. Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Assalaamu alaikum wa rahmatullah

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.

11. Membaca doa sholat tahajud

Setelah melaksanakan shalat tahajud, Grameds sebaiknya berdoa sesuai dengan yang dianjurkan sebagai berikut.

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqa’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naru haqq. Wan nabiyyuna haqq. Wa Muhammadun shallAllahu alaihi wasallama haqq. Was sa‘atu haqq.

Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirlii ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Baca Juga :  Pengertian Mandi Wajib, Penyebab, Niat, Rukun, Sunah dan Tata Cara Mandi Wajib Lengkap

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Mengenal Shalat Witir

Shalat witir merupakan sebuah ibadah sunnah dengan tata cara yang dianjurkan layaknya selesai mengerjakan shalat-shalat sunnag lainnya pada malam hari. Shalat witir menjadi pentup ibadah qiyamul lail, seperti shalat tahajud, shalat hajat shalat tarawih, dan sebagainya.

Shalat witir dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, yakni satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, hingga maksimal 11 rakaat. Salah satu hadis yang berisi anjuran melaksanakan shalat witir sebagai berikut.

Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “(Sholat) Witir itu adalah hak setiap muslim, siapa yang lebih suka witir lima rakaat, maka kerjakanlah, dan barang siapa yang lebih suka witir satu rakaat, maka kerjakanlah,” (Hadis shahih, riwayat abu Daud: 1212 dan al-Nasa’i: 1693).

Dalam hadis lainnya, diriwayatkan bahwa Aisyah RA berkata: “Rasulullah SAW sholat 11 rakaat di antara sholat isya sampai terbit fajar. Beliau salam setiap dua rakaat dan mengerjakan sholat witir dengan satu rakaat,” (Hadis Shahih, riwayat Muslim: 1216).

Niat dari shalat witir berbeda berdasarkan jumlah rakaat yang dilakukan. Berikut niat shalat witir.

1. Niat Shalat Witir Satu Rakaat

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Niat Shalat Witir Dua Rakaat

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

3. Niat Shalat Witir Tiga Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Witir

Melansir dari laman Tirto.id mengenai tata cara shalat witir 3 rakaat yang dilakukan secara sendirian sebagai berikut.

Tata Cara Pertama

Tata cara shalat witir 3 rakaat dengan 2 salam di antaranya sebagai berikut.

  • Mengucapkan bacaan niat shalat witir sendiri untuk 2 rakaat.
  • Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati.
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk.
  • I’tidal
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua.
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan membaca salah satu surat dalam alquran.
  • Rukuk.
  • Itidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir rakaat kedua.
  • Salam pada akhir rakaat kedua.
  • Kemudian, kembali sholat satu rakaat (dengan membaca niat sholat witir satu rakaat, serta melakukan urutan yang sama seperti di rakaat pertama, diakhiri tasyahud akhir dan salam).

Tata Cara Kedua

Urutan tata cara shalat witir 3 rakaat dengan satu salam di antaranya sebagai berikut.

  • Mengucapkan bacaan niat shalat witir sendiri untuk 3 rakaat.
  • Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati.
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surat dalam alquran.
  • Ruku.
  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua.
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam alquran.
  • Ruku.
  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri kembali pada rakaat ketiga.
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam alquran.
  • Rukuk.
  • Itidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Salam

Doa Shalat Witir

Setelah selesai mengerjakan seluruh rangkaian shalat witir, Grameds disunnahkan untuk membaca doa witir sebanyak tiga kali. Berikut bacaan doa setelah shalat witir.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil qudduus

Artinya:”Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih.”

Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat sebagai berikut.

رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Robbul-malaa-‘ikati warruuh

Artinya: “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”

Demikian pembahasan tentang doa tahajud dan witir. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu.