Lari Jarak Pendek

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Lari Jarak Pendek? Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini.

Pengertian Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek (sprint) merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan dengan mengandalkan kecepatan dan kelincahan sepanjang garis lintasan start maupun ke garis finish. Catatan waktu yang paling singkat itulah yang menyebabkan pemenang dalam perlombaan.


Pengertian Lari Jarak Pendek Menurut Para Ahli

1. Menurut Adisasmita (1992:35)

Lari jarak pendek yakni semua nomor lari yang dilakukan dengan kecepatan penuh (sprint) atau kecepatan maksimal, sepanjang jarak yang ditempuh.


2. Menurut Mujahir (2007)

Lari jarak pendek yakni salah satu jenis olahraga yang menggunakan kecepatan lari yang sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter.


3. Menurut Muhtar (2011:12)

Lari jarak pendek (sprint) yakni suatu cara untuk berlari dengan menempuh kecepatan semaksimal mungkin yang dilakukan pelari. Hal ini menyebabkan pelari harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (start) sampai melewati garis akhir (finish).


4. Menurut Syarifudin dan Muhadi (1992:41)

Lari jarak pendek yakni suatu cara lari dimana atlet harus dapat melakukan  penempuhan jarak dengan kecepatan yang maksimal. Pelari harus dapat melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (mulai dari start) sampai melewati garis akhir (finish).


Sejarah Lari Jarak Pendek

Sekitar abad ke-7 SM, di era Yunani Kuno olahraga lari jarak pendek sudah dapat diperlombakan. Awal mula pertandingan lari jarak pendek berawal dari seorang prajurit Yunani yang berlari dari Persia.

Prajurit yunani membawa pesan atas kemenangan negaranya dalam berperang melawan Persia. Tetapi,n prajurit yunanit meninggal tak lama pasca memberikan pesan tersebut kepada raja.

Adanya perlombaan lari jarak pendek ini dilakukan raja Yunani untuk mengenang kematian prajurit tersebut. Semakin waktu berjalan, perlombaan lari jarak pendek banyak digemari dan dijumpai di berbagai macam negara.

Pada tahun 1912 di Monako dibentuklah IAAF atau International Association of Athletics Federation yang merupakan suatu badan internasional yang dibentuk untuk olahraga atletik dimana lari jarak pendek merupakan salah satunya. Anggota IAAF sampai saat ini tercatat sebanyak 21 negara.


Teknik Lari Jarak Pendek

1. Teknik Start Lari Jarak Pendek

Start merupakan suatu awal dalam melakukan persiapan seorang pelari dalam melakukan gerakan lari. Start dilakukan dengan tujuan dapat mengoptimalkan pola lari cepat. Terdapat 3 (tiga) macam teknik start dalam lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut:

  • Start Pendek (Bunch Start)

 Adapun cara untuk melakukan teknik start pendek, yaitu:

  1. Buatlah ancang – ancang posisi kaki kiri ada di depan (kaki yang terkuat) dan ditekuk.
  2. Posisikan lutut kanan berada pada belakang dan ada di samping kaki kiri.
  3. Berikan jarak antara kaki kiri dan kaki kanan sekitar 1 kepal tangan.
  4. Tempatkan kedua tangan berada di posisi belakang garis awal dengan merapatkan jari – jari dan ibu jari terpisah.

  • Start Menengah (Medium Start)

 Adapun cara melakukan teknik start menengah, yaitu:

  1. Buatlah ancang – ancang posisi kaki kiri ada di depan dan ditekuk.
  2. Posisikan lutut kaki kanan ada di sebelah tumit kaki kiri.
  3. Berikan sebuah jarak antara kaki kiri dengan kaki kanan sekitar satu kepal.
  4. Posisikan kedua tangan harus dapat berada di posisi belakang garis start dengan merapatkan jari – jari dan ibu jari terpisah.

  • Start Panjang (Long Start)

Adapun cara melakukan  teknik start panjang, yaitu:

  1. Buatlah sebuah ancang – ancang posisi kaki kiri ada di depan dan ditekuk.
  2. Tempatkan lutut kaki kanan berada pada posisi di belakang kaki kiri pelari.
  3. Berikan sebuah jarak kaki kiri dengan kaki kanan kurang lebih satu kepal.
  4. Posisikan kedua tangan ada di belakang garis start dengan merapatkan jari – jari dan ibu jari terpisah.

2. Teknik Berlari dalam Lari Jarak Pendek

Berlari yakni suatu teknik yang paling penting dalam penentuan kemenangan, untuk mendapatkan kecepatan dalam berlari membutuhkan koordinasi dan keseimbangan yang baik dalam tubuh. Adapun cara yang dilakukan dalam teknik berlari, yaitu:

  1. Posisikan sikap badan sedikit condong ke depan saat berlari supaya nyaman dan gak cepat lelah.
  2. Lakukan tolakan sekuat mungkin saat berlari.
  3. Melangkah secara lebar dan lakukan gerakan tangan ke arah dagu.
  4. Lakukan percepatan pada setiap langkahnya hingga akan mencapai kecepatan maksimum yang stabil.

Lari jarak pendek dalam teknik ini dapat terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu sebagai berikut:

  • Fase Topang

Fase topang memiliki sebuah tujuan yaitu untuk dapat memperkecil hambatan kaki saat menyentuh tanah atau memaksimalkan dorongan tubuh ke arah depan. Dalam fase topang gerakan berlari dapat dibagi menjadi dua yakni topan depan dan topang belakang. Adapun cara untuk melakukan fase topang, yaitu sebagai berikut:

  1. Berlari mendarat dengan telapak kaki.
  2. Lutut kaki yang akan menopang sedikit dibengkokkan.
  3. Saat melakukan tolakan, percepat ayunan kaki dan luruskan kaki yang menopang kuat – kuat sembari menolak ke arah depan.
  4. Ayunkan paha kaki ke atas depan dengan cepat.

  • Fase Layang

Tujuannya buat memaksimalkan dorongan tubuh ke depan, supaya nantinya bisa menempatkan kaki dengan efektif saat menyentuh tanah. Adapun cara untuk melakukan fase layang, yakni sebagai berikut:

  1. Ayunkan lutut kaki ke atas depan.
  2. Bengkokkan lutut kaki yang akan menopang sembari diikuti ayunan lengan yang seirama dan rileks.
  3. Tekan kaki yang menopang ke belakang sambil menolak ke depan.

3. Teknik Finish dalam Lari Jarak Pendek

Teknik dasar dalam teknik lari jarak pendek yakni suatu gerakan badan saat akan memasuki garis finish. Adapun cara untuk melakukan teknik finish, yaitu sebagai berikut:

  1. Usahakan kecepatan saat akan memasuki garis finish jangan dikurangi.
  2. Posisikan badan sedikit condong ke depan.
  3. Fokuskan fikiran ke garis finish tanpa memikirkan lawan di belakang kita.

Peraturan Lari Jarak Pendek

Aturan yang digunakan dalam lari jarak pendek yaitu aturan yang dibuat oleh IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau tingkat nasional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

1. Peraturan

  • Garis lintasan start serta finish memiliki ukuran selebar 5 cm.
  • Aba-aba yang digunakan lari jarak pendek yakni tiga step. Mulai dari “Bersedia”, “Siap”, dan “Ya” atau menggunakan bunyi tembakan pistol.
  • Aba-aba bunyi pistol yang ditembakkan ke udara diharuskan semua peserta berlari.
  • Peserta lari yang melakukan kesalahan dapat diperingatkab maksimal 3 kali.
  • Lomba lari jarak pendek dilakukan dalam empat tahapan. Yakni babak pertama, kedua, semi final dan final.
  • Babak pertama diadakan jika jumlah peserta banyak. Pemenang I dan II tiap babak berhak maju ke babak selanjutnya.

2. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah

Beberapa hal yang tidak sah dalam lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut:

  • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
  • Memasuki lintasan pelari lain.
  • Mengganggu pelari lain.
  • Keluar dari lintasan.
  • Terbukti memakai obat perangsang.
Baca Juga :  Bulu Tangkis

3. Sarana dan Peralatan Lari Jarak Pendek

  • Lintasan

Perlombaan lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban perlombaan jumlahnya ada delapan buah. Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter.


  • Peralatan

Alat yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek, misalnya sepatu spikes, start block, tiang finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol.


Manfaat Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek atau sprint memang olahraga yang sangat mudah, tapi perlu anda tahu, melaksanakan sprint secara teratur akan berdampak baik untuk anda. Berikut beberapa manfaat melaksanakan lari jarak pendek.

1. Membentuk Otot

Lari jarak pendek yang dilakukan atlet membutuhkan cukup kecepatan dalam berlari sehingga atletis mempunyai tubuh dengan otot – otot yang berbentuk dikarenakan sering melaksanakan sprint.


2. Memperlancar Pernafasan

Manfaat dalam melaksanakan lari jarak pendek  dilakukan secara rutin akan mampu memperlancar pernafasan dan menciptakan nafas lebih panjang.


3. Membakar Lemak

Melaksanakan lari jarak pendek selama 1 jam setiap jumat lebih baik dalam mmembakar kalori lemak yang ada di tubuh dari padaharus melakukan jogging selama 1 jam setiap hari.


4. Menguatkan Tulang

Lari jarak pendek atau sprint sanggup menguatkan tulang pada tubuh terutama pada kaki. Ini sangat anggun supaya tulang tidak gampang patah ketika terjadi benturan keras.


5. Meningkatkan Kecepatan dalam Berlari

Lari jarak pendek dapat meningkatkan kecepatan berlari. Dapat dilihat dari para atletis melakukan latihan sprint agar memiliki kecepatan lari mereka bertambah.


Demikianlah pembahasan artikel mengenai Lari Jarak Pendek : Pengertian, Sejarah, Teknik, Manfaat & Peraturannya Lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.