Bacaan Doa Sujud Syukur dan Perbedaan Dengan Sujud Tilawah

Sebagai manusia biasa, tentunya kita harus menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini adalah rahmat pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam agama apapun, pasti mengajarkan adanya rasa syukur kepada Tuhan sebab hal itu menjadi salah satu bentuk komunikasi dengan Sang Pencipta. Itulah mengapa, rasa syukur menjadi hal yang wajib diajarkan sejak kecil baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.

Dalam agama Islam pun, tidak akan luput dari adanya rasa syukur. Secara singkat, memang ketika mensyukuri hal-hal pemberian Allah SWT, umat muslim akan mengucapkan “Hamdallah”. Namun ternyata, rasa syukur itu dapat diwujudkan dengan kegiatan berupa sujud. Itulah mengapa, dalam agama Islam juga memiliki doa sujud syukur.

Lantas, bagaimana doa sujud syukur yang dapat dibaca oleh umat muslim ketika hendak bersyukur kepada Allah SWT? Apa pula perbedaan antara sujud tilawah dengan sujud syukur yang masih banyak tidak diketahui masyarakat luas? Yuk, segera simak ulasannya berikut ini!

Doa Sujud Syukur Secara Umum

Dilansir dari lampung.nu.or.id, kegiatan berupa sujud syukur telah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau tengah merasa gembira karena rahmat dari Allah SWT.

Nah berdasarkan hal itulah, para ulama pun kemudian menjadikan sujud syukur sebagai kegiatan sunnah yang ‘harus’ dilakukan ketika umat muslim tengah mendapatkan nikmat dan rahmat dari-Nya.

Grameds pasti sudah tahu dong kisah Rasulullah SAW yang begitu menyayangi umatnya? Nah, Rasulullah SAW pun pernah berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan syafaat-Nya kepada para umatnya. Doa tersebut tentunya dikabulkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW langsung sujud syukur.

Berhubung sujud syukur itu merupakan ibadah sunnah, maka sekalipun sunnah juga harus dilakukan dalam keadaan yang suci dan bersih. Tidak hanya itu saja, kita pun harus membaca doa sujud syukur supaya rasa syukur kita terasa ‘sempurna’. Perlu dipahami juga bahwa sujud syukur itu dilakukan di luar ibadah shalat, sehingga dapat kapan saja, terutama setelah menerima kabar baik atau rahmat dari Allah SWT.

Nah, supaya sujud syukur tersebut terasa afdol, maka harus diiringi dengan bacaan doa berupa:

Doa Sujud Syukur(Allāhumma lā taj‘al mushībatanā fī dīninā)

Artinya: “Ya Allah, jangan jadikan musibah kami pada agama kami”

Lalu, apakah doa sujud syukur hanya itu saja? Tentunya tidak. Masih ada banyak lagi doa sujud syukur yang bahkan menurut sebagian ulama pun bacaannya hampir sama dengan sujud tilawah, yakni:

(Sajada wajhiya lil ladzī khalaqahū wa shawwarahū wa syaqqa sam‘ahū wa basharahū bi haulihī wa quwwatihī fa tabārakallāhu ahsanul khāliqīna)

Artinya: “Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta.”

(Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada hamisy I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 246)

4 Bacaan Doa Sujud Syukur Lainnya

Dilansir dari umma.id, ternyata bacaan doa sujud syukur itu ada banyak sekali. Hal inti dari doa sujud syukur adalah mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita sebagai hamba-Nya. Nabi Muhammad SAW pun pernah mengatakan hal demikian yang diriwayatkan oleh Abu Bakar r.a, yakni berbunyi: “Apabila Nabi Muhammad SAW menerima berita yang menggembirakannya, biasanya beliau terus bersujud kepada Allah SWT”, (HR.Abu Dawud)

Nah, berikut ini ada beberapa bacaan doa sujud syukur yang dapat dibaca ketika Grameds tengah merasakan kenikmatan Allah SWT dan bersyukur atas hal tersebut.

1. Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Tahlil

Doa Sujud Syukur

Artinya:

“Maha Suci Allah. Segala puji kepunyaan Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

2. Bacaan Dzikir Syukur

Artinya:

“Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

3. Surah An-Naml Ayat 19

Doa Sujud Syukur

Artinya:

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS. An-Naml ayat 19).

4. Bacaan Doa Hadist Nabi Muhammad SAW

Artinya:

“Ya Allah, bantulah aku dalam selalu berdzikir atau mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbagus ibadah kepada-Mu.” (HR.Musim).

Memahami Apa Itu Sujud Syukur

doa sujud syukur yang dapat dilafalkan ketika tengah melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap nikmat Allah SWT. Namun sebenarnya, apa sih definisi dan hal-hal yang meliputi tentang sujud syukur itu?

Apa Itu Sujud Syukur?

Pada dasarnya, sujud syukur adalah sebuah kegiatan sujud kepada Allah SWT yang dilaksanakan ketika seseorang tersebut tengah mendapatkan kabar gembira maupun kenikmatan dari Allah SWT. Kegiatan sujud syukur itu sebagai bentuk rasa syukur sekaligus rasa terima kasih kepada Allah atas segala pemberian-Nya.

Lalu, bagaimana hukum pelaksanaan sujud syukur? Baik dari sudut pandang ulama Syafi’iyah maupun Hambali, pelaksanaan sujud syukur itu bersifat sunnah alias tidak wajib dilaksanakan. Namun, akan lebih afdol jika kita melaksanakannya saat mendapatkan kabar gembira maupun kenikmatan dari Allah SWT.

Para ulama baik dari Syafi’iyah maupun Hambali pun turut menegaskan bahwa pelaksanaan sujud syukur ini disunnahkan terutama ketika kita tengah mendapatkan nikmat, sehingga bersifat individu. Namun, dapat juga dilakukan secara bersamaan ketika tengah bersyukur karena selamat dari wabah suatu penyakit.

Perlu diketahui bahwa ketika melaksanakan sujud syukur itu tidak disyaratkan untuk menghadap kiblat sebagaimana dengan sujud shalat. Namun, akan lebih baik jika menghadap kiblat. Sujud syukur ini dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja, tetapi tetap memperhatikan lokasinya apakah suci untuk dijadikan tempat bersujud.

Tata Cara dan Hal-Hal Dalam Pelaksanaan Sujud Syukur

  • Dilakukan dalam sekali sujud.
  • Saat akan sujud, disyaratkan dalam keadaan sujud, menghadap kiblat, dan melafalkan Takbir terlebih dahulu.
  • Saat sujud, membaca doa sujud syukur yang telah dijelaskan sebelumnya.
  • Setelah itu, melafalkan takbir kembali dan mengangkat kepala.
  • Sehabis sujud syukur, tidak perlu membaca salam dan tidak ada bagian tasyahud seperti shalat pada umumnya.
Baca Juga :  Tata Cara Menshalati Jenazah Menurut Ajaran Syariat Islam

Perbedaan Antara Sujud Syukur dan Sujud Tilawah

Banyak masyarakat luas terutama umat muslim yang masih bingung dengan perbedaan antara sujud syukur dan sujud tilawah. Hal tersebut wajar saja sebab keduanya sama-sama dilakukan dengan kegiatan berupa sujud, tetapi tujuannya pun berbeda. Nah, dilansir dari rumahfiqih.com, berikut ini perbedaan antara sujud syukur dan sujud tilawah yang patut disimak.

Sujud Syukur Sujud Tilawah
Dilakukan saat mendapatkan kabar baik atau nikmat Allah SWT. Dilakukan saat bertilawah alias membaca Al-Quran yang terdapat ayat-ayat tilawah.
Dilakukan kapan saja, terutama setelah mendapatkan kabar baik. Namun tidak boleh dilaksanakan di dalam shalat. Boleh dilaksanakan baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat.
Tidak boleh dilaksanakan di dalam shalat. Apabila dilakukan dalam shalat, maka setelah pembacaan ayat sajdah. 

Apabila dilakukan di luar shalat, berarti saat mendengar atau membaca ayat-ayat tilawah Al-Quran.

Sebagian ulama mensyaratkan bahwa pelaksanaan sujud syukur tidak harus suci dari hadas dan menghadap kiblat. Berhubung sujud tilawah dilaksanakan di dalam shalat, maka tentunya harus suci dari hadas dan menghadap kiblat.
Dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Waktu dan tempatnya terbatas, terutama jika dilaksanakan di dalam shalat.

Demikian pembahasan tentang doa sujud syukur.