Lompat Galah

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Lompat Galah? Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini.

Pengertian Lompat Galah

Lompat galah merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan dengan cara menggunakan tongkat sebagai tolakan, berlari, bertolak dan melompat setinggi mungkin samapai dengan melewati mistar yang ada.

Lompat galah tentunya menggunakan alat galah yang terbuat dari bambu, kayu, logam, alminium atau fiberglass. Galah dibentuk sangat fleksibel dimana agar mempermudah peserta untuk dapat melewati mistar pada saat pertandingan.


Sejarah Lompat Galah

Asal mula sejarah lompat galah berasal dari benua Eropa. Pada masa itu galah digunakan untuk dapat melewati halangan atau rintangan yang ada di wilayah Friesland, Belanda. Dimana, Belanda merupakan negeri yang terdapat banyak sekali sungai dan danau. Hal itu yang menyebabkan Belanda harus dapat menyebrangi sungai dan danau dalam melakukan aktivitas lainnya ditempat lain. Maka dari itu warga Belanda menggunakan Fierljeppen atau lompat galah untuk menyebrangi sungai dan danau tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, Fierljeppen atau lompat galah mulai dipertandikan. Yang mana dalam perlombaan tersebut, peserta harus dapat melewati mistar setinggi mungkin dengan menggunakan galah. Olahraga lompat galah ini dapat terbilang cukup banyak peminatnya. karena mungkin memiliki teknik yang cukup mudah.

Pada awalnya, perlombaan lompat galah dapat diukur berdasarkan jarak, bukan ketinggian. Namun, selang beberapa tahun telah diadakan perlombaan lompat galah dengan pemenang yang diukur berdasarkan ketinggian. Perlombaan lompat galah yang ada saat ini berawal dari tahun 1850 di Jerman. Pada akhir abad ke-19 dilakukan perlombaan versi modern mula-mula yang dipertandingkan di Amerika Serikat.


Teknik Lompat Galah

1. Teknik Memegang Galah

  • Letakkan tangan kiri kamu di depan dengan punggung telapak tangan dengan mengarah ke atas. Kemudian, letakkan jari tangan disamping kanan bagian kanan, kecuali jari jempol, dimana jari jempol akan diletakkan di bagian bawah.
  • Lakukan dengan cara melipat siku tangan kanan sekitar 90 derajat dan letakkan tangan kanan di belakang badan.
  • Dengan kondisi tangan yang rileks pegang galah.
  • Tekan galah ke bawah dengan memakai tangan kanan sampai posisi tangan kanan lebih rendah dari pada tangan kiri.
  • Pegang galah setinggi pinggang, yaitu berada pada posisi diantara pegangan tangan kiri dan tangan kanan.
  • Badan harus dapat sedikit dicondongkan ke arah depan dan sikap bahu datar.

2. Teknik Awalan

  • Apabila kamu masih pemula atau baru mencoba olahraga lompat galah, disarankan untuk tidak terlalu memaksakan lompatan yang jauh. Mungkin jarak awalan yang cocok yakni sebesar 25 meter hingga 30 meter.
  • Lakukan teknik awalan dengan tidak perlu terburu-buru, harus dapat dilakukan secara bertahap serta diikuti dengan gerakan free wheeling sebelum menancapkan galah.
  • Lakukan dengan tenang dan tidak bergerak saat kamu memegang galah dalam posisi sedang berlari.
  • Pandangan harus fokus ke mistar dan galah yang telah diposisikan lurus ke arah depan dengan tinggi ujung galah melebihi tinggi kepala.
  • Rendahkan galah secara bertahap kemudian tusuk ujung galah pada lubang yang telah disiakan oleh juri.

3. Teknik Menancapkan dan Bertumpu

  • Pegang galah dengan kedua tangan dan tancapkan di lubang yang telah disiapkan.
  • Pada saat ujung galah sudah ada di dalam lubang, gerakkan tangan kiri ke arah genggaman tangan kanan.
  • Angkat kaki sebelah kanan dan arah kan kedua tangan ke atas dengan menolak dengan kuat kaki kiri pada papan yang telah disediakan.
  • Luruskan tangan kanan pada saat kaki sudah tidak menyentuh tanah.

4. Teknik Bergantungan dan Mengayun ke Atas

Ketika kaki kiri sudah tidak menginjak tanah dan kedua lengan lurus di atas kepala, maka angkat paha kanan ke atas depan. Selanjutnya lakukan dengan cara mengayunkan kaki kiri ke atas menyusul kaki kanan. Jikalau memakai galah yang tebuat dari fiber glass, maka pada posisi inilah galah benar-benar optimal. Pada saat ini juga kedua kaki kamu sudah akan terayun melebihi kepala.

Kemudian, dorong badan ke arah atas sambil memutar badan ke arah kiri dengan tumpuan tangan yang tetap berada di galah ketika kedua kaki sudah terayun dengan benar ke atas.


5. Teknik Melewati Mistar

Lakukan pijakan dengan menggunakan kaki kiri yang disertai dengan tangan pada galah agar badan dapat terangkat ke atas. Jikalau setengah tubuh kamu sudah melewati mistar, lepaskan galah yang kamu pegang dengan diawali dengan melepas tangan kiri terlebih dahulu, kemudian menyusul dengan tangan kanan.


6. Teknik Pendaratan

Teknik ini sebenarnya tidak terlalu susah dilakukan, banyak atlet yang melakukan pendaratan dengan duduk, dan tidak sedikit pula dengan keadaan terlentang. Pendaratan dilakukan dengan menggunakan kasur dari bahan spon untuk meminimalisir terjadinya resiko cedera pada peserta. Namun, terkadang ada juga yang menggunakan pasir.


Peralatan Lompat Galah

1. Ukuran Lapangan

Lapangan yang digunakan untuk melaksanakan perlombaan lompat galah yang tersusun atas beberapa bagian yakni jalur lintasan lari, kotak tancap tongkat, tiang yang digunakan untuk menyangga tongkat serta alas untuk mendarat. Adapun penjelasan mengenai ketentuan ukuran lompat galah, yaitu sebagai berikut:

  • Jalur perlintasan lari bagian ini mempunyai ketentuan panjang sekitar 45 m mulai dari titik awalan sampai ke kotak tancap tongkat.
  • Kotak untuk dapat menancapkan tongkat bagian ini mempunyai panjang 1 hingga 1,084 m dengan lebar sekitar 60 cm. Sedangkan pada panjang wilayah miring sekitar 80 cm dan pada bagian untuk menancapkan tongkat memiliki kedalaman sekitar 20 cm.
  • Tiang yang digunakan untuk penyangga palang harus mempunyai ukuran tinggi sekitar 4,5 m.
  • Bantalan yang digunakan untuk alas mendarat harus mempunyai ukuran sekitar 5×5 m.

2. Ukuran Galah
Galah yang digunakan dalam lompat galah ini terbuat dari bahan fiber yang memiliki tingkat kelenturan yang sangat khusus dan disesuaikan dengan berat badan si pelompat. Jikalau berat badan pelompat 70 kg, maka tgalah yang digunakan khusus untuk bb 70 kg. Adapun ketentuan panjang dan berat galah, yaitu sebagai berikut:

  • Panjang tongkat yakni sekitar 3,86 hingga 4,52 m.
  • Berat max dari tongkat yakni mencapai 2,26 kg.
Baca Juga :  Lari Gawang

Peraturan Lompat Galah

1. Berat Badan

Berat badan dari peserta lompat galah harus dapat diverifikasi oleh pelatih dan dicatat, dimana nantinya akan diletakkan di samping nama peserta dalam bentuk penilaian.


2. Aturan pemanasan

Jikalau peserta lompat galah telah melewati tiga ketinggian setelah pertandingan dimulai, peserta diperbolehkan untuk melakukan pemanasan tanpa menggunakan mistar. Pemanasan juga dapat diperbolehkan apabila dilakukan sebelum pertandingan, tetapi ketinggiannya ditetapkan.


3. Aturan Percobaan

Peserta lompat galah melakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan ketinggian yang berbeda-beda.


4. Eliminasi

Jikalau peserta pelompat mengalami kegagalan tiga kali percobaan, dengan hal itu dapat dinyatakan peserta dieliminasi.


5. Ketinggian pada Setiap Percobaan

Jikalau percobaan pertama gagal, peserta lomba harus melakukan pengambilan percobaan kedua tetapi ketinggiannya sama seperti waktu awal tadi.


6. Batas Waktu Percobaan

Para atlet harus tampil dalam waktu yang sudah ditentukan dalam perarturan yakni dua menit setelah namanya dipanggil wasit.


Adapun beberapa aturan khusus yang harus dipatuhi peserta yang telah dibuat panitia, yaitu sebagai berikut:

  1. Dilarang untuk menggunakan sarung tangan.
  2. Dilarang untuk menggunakan alat bantuan apapun dalam melakukan lompat galah kecuali menggunakan alat galah.
  3. Dilarang untuk dapat memplester bagian tangan dan juga jari, kecuali jika tangan mengalami luka.
  4. Dilarang untuk menggunakan sepatu yang mengandung unsur menguntungkan dirinya dan tidak adil bagi peserta lomba lainnya.
  5. Diizinkan untuk membalut pergelangan tangan.

Demikianlah pembahasan artikel mengenai Lompat Galah Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.