Pengertian Senam Lantai : Sejarah, Tujuan, Manfaat, Jenis, Gerakan Senam Lantai dan Penjelasannya

Pengertian Senam Lantai Adalah – Apa yang dimaksud dengan senam lantai? Apa yang dimaksud dengan senam lantai dan manfaatnya? Apa pengertian senam lantai? Apa contoh senam lantai? Jenis senam lantai ada berapa?

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian senam lantai, sejarah, tujuan, manfaat, jenis dan gerakan senam lantai secara lengkap.

Pengertian Senam Lantai

Senam merupakan bentuk latihan fisik yang disusun secara sistematis dengan tujuan untuk mencapai daya tahan, kekuatan, kelentukan, koordinasi, membentuk prestasi, membentuk tubuh ideal, dan memelihara kesehatan. Salah satu jenis senam yang mengandalkan aktivitas pada seluruh tubuh adalah senam lantai (floor exercise).

Senam lantai (floor exercise) adalah jenis senam yang dilakukan di lantai dengan alas matras berukuran matras 12×12 m dengan tambahan 1 meter di setiap sisinya sebagai pengaman dalam ruangan berukuran 14×14 m. Lantai yang digunakan dilapisi karpet empuk dengan ketebalan sekitar 0,045 meter, baru matras diletakkan diatasnya. Fungsi matras dalam senam lantai adalah sebagai alat bantu utama untuk mengurasi risiko terjadinya cedera akibat gerakan senam lantai seperti gerakan berguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau untuk melompat ke depan atau belakang.

Senam lantai menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat mengendalikan aktivitas seluruh anggota tubuh, dimana gerakan senam lantai dilakukan secara kombinasi terpadu lalu menjelma dari setiap bagian tubuh. Senam lantai disebut juga senam bebas karena saat bersenam tidak membawa atau menggunakan alat.

Dalam perlombaan senam lantai, waktu yang dipergunakan untuk rangkaian senam lantai untuk putra adalah 70-90 detik (1,10-1,30 menit), sedangkan untuk putri 50-70 detik. Dalam melakukan senam lantai dapat menggunakan alat maupun tanpa alat.

Pada dasarnya, senam lantai dilakukan tanpa menggunakan alat, tapi bisa juga menggunakan alat. Tujuan penggunaan alat dalam senam lantai adalah untuk menambah ketangkasan, keseimbangan, kekuatan dan kelemasan.

Sejarah Senam Lantai

Belum diketahui secara pasti kemunculan senam lantai ini, namun diprediksi sudah ada sejak zaman Yunani kuno.

Pada abad ke-20, senam mulai populer di seluruh dunia. Perkembangan olahraga ini sangat pesat hingga akhirnya memiliki banyak cabang, salah satunya adalah senam lantai.

Senam mulai dikenal di Indonesia pada 1912 yakni dimasa penjajahan Belanda bersamaan dengan ditetapkannya pendidikan kebugaran jasmani sebagai salah satu mata pelajaran wajib di sekolah.

Pada saat itu, senam yang pertama kali dikenalkan adalah senam dari Jerman yang lebih menekankan beragam gerakan dengan banyak alat pendidikan.

Kemudian di tahun 1916, senam Jerman diubah menggunakan sistem dari Swedia, dimana senamnya lebih menekankan pada manfaat gerakan senam.

Penemu sistem senam lantai adalah Dr. H. F. Minkema yang merupakan perwira kesehatan angkatan laut kerajaan Belanda. Melalui Minkema, perkembangan senam lantai di Indonesia mulai menyebar ke sejumlah wilayah. Selain itu, di tahun 1918, Minkema membuka kursus senam Swedia.

Semakin populernya olahraga senam di Indonesia, para pakar olahraga Indonesia mendirikan organisasi bernama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) pada 14 Juli tahun 1963 dengan tujuan membina para atlet senam berbakat. Dalam GANEFO I (Games of the New Emerging Forces) yang diadakan pada 1964, Indonesia pertama kali ikutserta dalam perlombaan senam lantai bertaraf Internasional.

Tujuan Senam Lantai

Adapun tujuan senam lantai dilakukan, diantaranya:

  • Menjaga kebugaran jasmani.
  • Menjaga bentuk tubuh agar tetap atletis.
  • Meningkatkan kelenturan tubuh.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

Manfaat Senam Lantai

Manfaat gerakan dalam senam lantai, diantaranya yaitu:

  • Melatih kelincahan gerakan tubuh.
  • Memperkuat otot lengan, kaki, paha, pinggang, perut dan dada.
  • Melatih lompatan, keseimbangan dan kekuatan fisik.
  • Meluruskan tubuh yang bungkuk.
  • Membakar lemak dalam tubuh sehingga membantu menurunkan berat badan.
  • Melatih fokus.
  • Meningkatkan kekuatan jantung dan melancarkan sirkulasi aliran darah.

Jenis-Jenis Senam Lantai

Ada 2 (dua) macam senam lantai, yaitu:

Senam Tanpa Alat

Senam lantai tanpa alat dilakukan diatas lantai dengan beralaskan matras. Biasanya senam lantai ini disebut juga senam bebas karena ketika melakukan gerakan-gerakan senam tanpa memakai alat. Contoh gerakan senam tanpa menggunakan alat, diantaranya guling lenting dan lompat harimau.

Senam Dengan Alat

Senam lantai ini dilakukan dengan mengkombinasikan sejumlah unsur gerak sehingga tersusun rangkaian gerak yang tak terputus. Gerakan dalam senam ini dilakukan dengan memakai sejumlah alat untuk memperoleh efek artistik. Alat yang digunakan dalam senam ketangkasan dengan alat yaitu kuda lompat sebagai tumpuan. Gerakan senam ketangkasan dengan alat diantaranya lompat kangkang dan lompat jongkok.

Macam-Macam Gerakan Senam Lantai

Berikut ini jenis-jenis gerakan senam lantai, diantaranya:

  • Sikap lilin
  • Berdiri dengan kedua tangan (handstand)
  • Berdiri dengan kepala (kopstand)
  • Guling ke depan (forward roll)
  • Guling ke belakang (backward roll)
  • Lompat harimau (tiger sprong)
  • Lompat jongkok
  • Lompat kangkang
  • Lompat ikan (snuck)
  • Meroda
  • Guling lenting (roll kiep)
  • Lenting tangan (hands stand overslag)
  • Lenting tangan putar (round off)
  • Lenting tangan ke belakang (flik flak)
  • Keseimbangan lutut berguling (squat roll)
  • Kayang (brug)
  • Salto ke depan (Summer vault)
  • Salto ke belakang (Back Summer vault)

Berikut beberapa penjelasan tentang gerakan senam lantai:

Sikap Lilin

Gerakan sikap lilin diawali dengan posisi tidur terlentang lalu kedua kaki diangkat lurus ke atas (rapat). Pada gerakan sikap lilin, pinggang ditopang oleh kedua tangan, lalu posisi pundak tetap menempel di lantai. Sikap lilin harus bertumpu pada punggung bagian atas dan siku juga tangan menahan pinggul.

Pada gerakan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi sebagai pengangkat kaki. Selanjutnya kelenturan otot pinggang, punggung dan leher berfungsi memudahkan kedua tangan menopang pinggang. Tujuan gerakan sikap lilin adalah melatih keseimbangan dan ketenangan.

Latihan sikap lilin bagi pemula bisa dilakukan dengan bantuan teman untuk menopang pinggul agar tidak terjatuh, lalu teman memegang kedua kaki bagian atas agar kaki bisa lurus dan rapat. Selanjutnya, bantuan bisa dilepaskan.

Berguling Depan (Forward Roll)

Berguling ke depan atau roll depan adalah gerakan berguling ke depan dengan urutan gerak dimulai dan tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang. Cara melakukan berguling ke depan sebagai berikut.

  • Pertama, jongkok lalu rapatkan kaki.
  • Selanjutnya, letakkan lutut ke dada dan kedua tangan menumpu di depan.
  • Kemudian, berguling ke depan dan ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering untuk menuju posisi jongkok.

Berguling Belakang (Backward Roll)

Guling ke belakang atau roll belakang adalah bentuk gerakan mengguling yang dimulai dan pinggul, pinggang bagian belakang, punggung, kepala bagian belakang, dan yang terakhir kedua kaki. Cara melakukan guling ke belakang sebagai berikut.

  • Gerakan diawali dengan jongkok dan kedua tangan di depan serta kaki sedikit rapat. Kepala ditundukkan kemudian kaki menolak ke belakang.
  • Ketika panggul mengenai matras, lipat kedua tangan ke samping telinga dan telapak tangan menghadap bagian atas untuk siap menolak.
  • Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala dengan dibantu kedua tangan menolak kuat serta kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di matras dalam posisi jongkok.

Handstand

Handstand atau berdiri dengan kedua tangan adalah bentuk sikap berdiri dengan tumpuan kedua belah tapak tangan. Cara melakukan handstand sebagai berikut.

  • Gerakan diawali dengan sikap berdiri.
  • Letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
  • Tarik kaki ke belakang ke bagian atas dengan gerakan mengayun, mulai dengan kaki kanan kemudian diikuti dengan kaki kiri (atau dapat juga sebaliknya) dan pertahankan gerakan itu selama beberapa detik.

Kopstand

Kopstand atau headstand adalah berdiri dengan tumpuan kepala. Cara melakukan kopstand sebagai berikut.

  • Badan dibungkukkan dan gunakan kedua tangan serta dahi untuk menumpu di atas lantai. Usahakan kedua tangan dan dahi menghasilkan pola segitiga sama sisi.
  • Kepala diposisikan di depan pas dengan membentuk pola segitiga.
  • Kaki dijalankan ke depan dengan perlahan.
  • Kuatkan otot perut saat tulang punggung lurus dan tarik nafas, Setelah itu, salah satu kaki di angkat ke atas dengan lurus disusul kaki lainnya.

Guling Lenting (Neck Spring)

Guling lenting adalah suatu gerak senam lantai dengan melentingkan badan ke depan atas dengan lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Gerakan ini dapat diawali dengan gerak guling depan atau gerak mengayun guling belakang sebelumnya. Lakukan setiap latihan dengan bimbingan guru Anda.

Teknik Dasar Guling Lenting
Gerak guling lenting dilakukan dengan cara berikut.

  • Berdiri dengan salah satu kaki di depan dan kedua lengan diangkat ke atas.
  • Tempatkan kedua tangan sebagai tumpuan untuk melakukan gulingan ke depan.
  • Setelah gerakan gulingan dimulai, kedua kaki lurus dan rapat. Posisikan kedua tungkai lurus ke belakang dekat kepala, siku dibengkokkan, serta telapak tangan bertumpu pada matras di samping telinga.
  • Lakukan guling ke depan. Pada saat tungkai telah melewati kepala tolakkan tungkai ke atas depan dan mendorong kedua tangan sehingga badan melayang seperti membuat busur.
  • Lakukan pendaratan dengan kedua kaki rapat dan pinggul didorong ke depan, kemudian diikuti dengan gerakan badan mengikuti arah rotasi gerakan.
  • Bentuk Latihan Guling Lenting Latihan gerak guling lenting dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Latihan melenting dari posisi tidur di matras.
  • Latihan melenting dengan tumpuan tangan.
Baca Juga :  Materi Bola Voli

Lompat Harimau (Tiger Sprong)

Lompat harimau adalah gerakan yang menyerupai gerak guling depan, tetapi gerakannya dilakukan dengan awalan sebuah loncatan jauh ke depan. Cara melakukan lompat harimau sebagai berikut.

Awalan
Diawali dengan sikap berdiri mengambil ancang-ancang dengan kecepatan disesuaikan, di beberapa langkah terakhir bersiap melakukan tolakan.

Pelaksanaan
Tolakkan kedua kaki sehingga badan terdorong ke depan. Pergelangan kaki dan lutut dibengkokkan untuk meloncat ke atas dan ke depan. Setelah itu, tungkai lurus, lengan diayunkan ke depan, dan mendarat lebih dulu pada matras.

Akhiran
Gerakan diakhiri dengan menekuk kepala hingga menunduk dan punggung dibulatkan sehingga terjadi gulingan ke depan. Akhiri dengan posisi jongkok serta tangan lurus ke depan.

Lompat Kangkang

Lompat kangkang dilakukan dengan melayang di atas matras dan kedua kaki dibuka. Latihan lompatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Larilah dengan awalan beberapa langkah.
  • Tolakkan kedua kaki pada papan tolak sekuat-kuatnya dengan lengan mengayun dari belakang.
  • Kedua tangan bertumpu pada kuda-kuda.
  • Pada saat melayang, pandangan tetap ke depan dan kaki dibuka dengan posisi tungkai berada di sisi kanan dan kiri atas kuda-kuda.
  • Kedua kaki bersiap melakukan pendaratan dengan ujung kaki mengeper dan lengan direntangkan ke atas.

Lompat Jongkok

Cara melakukan lompat jongkok dengan tumpuan pada ujung kuda-kuda lompat sebagai berikut.

  • Lakukan awalan dengan lari cepat dan badan condong ke depan.
  • Tolakkan kedua kaki pada papan tolak dengan lengan diayunkan ke atas.
  • Saat badan melayang ke atas depan, kedua lengan lurus dan pandangan fokus
    pada ujung kuda-kuda lompat.
  • Tolakkan tangan sekuatnya saat tangan menyentuh bagian ujung kuda-kuda. Posisi badan membentuk sudut 30° dengan punggung kuda-kuda lompat.
  • Saat mendarat, ujung kaki mengeper dan lengan direntangkan ke atas.

Lompat Ikan (Snuck)

Lompat ikan adalah gerakan melompat dari tacklelan pemain lawan/alat yang digunakan seperti peti loncat. Cara melakukan lompat ikan berikut ini.

  • Diawali dengan berlari secepat mungkin ke arah papan dengan badan yang cenderung condong ke depan.
  • Kedua kaki menolak pada papan tolakan dan dilakukan dengan sekuat tenaga. Diikuti dengan ayunan lengan ke bawah dan juga ke depan, badan lurus serta tungkai dibuka.
  • Pandangan mata fokus kearah peti lompatan.
  • Pada saat kedua tangan menyentuh peti loncat, segera lakukan tolakkan dengan menggunakan kedua tangan dengan sekuat tenaga. Badan lurus diikuti dengan posisi kedua tangan yang direntangkan.
  • Pendaratan dilakukan dengan posisi ujung kaki, lutut mengeper serta kedua tangan lurus ke atas.

Meroda (Cartwheel)

Meroda adalah gerakan yang dilakukan dengan cara memutar tubuh dari arah samping dengan tumpuan terdapat pada bagian kaki dan tangan yang diawali dengan posisi yang benar saat melakukan gerakan meroda adalah berdiri tegak menyamping . Langkah-langkah melakukan gerakan meroda sebagai berikut.

  • Berdiri tegak dengan posisi menyamping.
  • Gerakan kaki meroda atau baling-baling yang benar bisa dilakukan dengan kedua kaki dibuka sedikit lebar dengan posisi tangan direntangkan ke atas membentuk huruf V.
  • Pandangan diarahkan ke depan dan fokus.
  • Letakkan telapak tangan kiri diatas matras dengan posisi kanan lurus ke atas. Lalu, badan dijatuhkan ke samping kiri.
  • Kaki kanan diayunkan ke atas dengan kaki kiri menjadi tolakan. Posisi kedua kaki terbuka dan sedikit serong.
  • Letakkan kaki kanan di samping tangan kanan, sedangkan lengan kiri terangkat. Lakukan langkah ini bersamaan dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.

Kayang (Brug)

Kayang adalah gerakan senam lantai dengan posisi kedua tangan dan kaki akan bertumpu pada matras dengan posisi terbalik kemudian meregang dan panggul serta perut diangkat ke atas. Manfaat melakukan kayang adalah untuk melatih tubuh agar tetap lentur terutama pada bagian bahu.

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian senam lantai, sejarah, tujuan, manfaat, jenis dan gerakan senam lantai secara lengkap. Semoga bermanfaat