“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Q.S. An Naml [27]: 18-19)
Saudaraku, dapatkah Anda merasakan sebuah semangat berkorban demi orang lain dalam kisah ini? Seekor semut mengkhawatirkan anggota komunitas yang dipimpinnya terinjak-injak oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya, lalu ia memerintahkan masyarakatnya agar masuk ke dalam sarang. Sementara dia sendiri sibuk mengatur masyarakatnya yang masih di luar agar selamat.
Apakah pemimpin semut itu tidak peduli dengan keselamatan dirinya sendiri? Atau adakah alasan di balik itu? Mungkin ada sebuah pelajaran yang sangat bermakna yang dapat Anda tangkap? Ditunggu sharingnya di sini
Ma’a Najah
=========
Ini kesempatan pertama yang saya terima dari Mas Octa Dwinanda untuk menjadi Co-Writer di blog barunya ini. Saya pun tak mau melepaskan kesempatan ini begitu saja.
Mas Octa, Syukran ‘alal fursah a’taitaka li
itu karena masyarakat semutnya yang mudah diatur atau karena pemimpin semutnya yang hebat ? hayoooo
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
Betul kan dua-duanya? Hoya!
Dua-duanya tuh keknya Mas!
Ma’a Najah!
Yang pertama selamta mas dengan blog barunya, yang kedua, seorang pemimpin adalag seorang yang sudah menjadi milik rakyatnya, bukan tidak memperdulikan diri sendiri, namun lebih memprioritaskan mana yang lebih penting dari pada diri sendiri, ibaratnya klopun sang pemimpin jadi korban minimal sudah banyak yang terselamatkan oleh keputusan yang di ambil, karena tiu akan di tanya di hadapan Ilahi Robi, tentang tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin, maaf klo kurang sreg dengan apa yang saya tangkap ya Mas, salam sukses
Siiip, makasih! (Wakilin mAs Octa
)
Apanya yang ngga sreg Mas? Justru Mantab tuh Mas, memang seperti itulah harusnya seorang pemimpin
eh… dah diwakili.. makasih juga deh….