Seperti halnya manusia, hewan mamalia seperti lumba-lumba pun ternyata mempunyai permasalahan psikologis, terutama masalah trauma. Psikologis lumba-lumba akan terganggu, terutama jika mereka ditangkap dan dikurung di dalam kolam yang sempit. Menurut peneliti dari Emort University, Lori Marino, lumba-lumba memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi dan kompleksitas yang berpotensi dapat merusak psikologis mereka. Selain itu, lumba-lumba juga akan trauma jika dijejali oleh informasi dan gambaran yang membuat mereka merasa ketakutan.
“Lumba-lumba adalah makhluk sangat cerdas dengan kepribadian individu, otonomi, dan kehidupan batin. Mereka sangat rentan terhadap penderitaan dan trauma psikologis.”, kata Lori menjelaskan. Meski demikian, hubungan yang baik antara lumba-lumba dan manusia juga bisa menjadikan hewan laut itu sembuh dengan cepat. Dengan demikian, manusia harus mengetahui tabiat lumba-lumba ketika mereka ada di alam liar. Lori juga menambahkan, secara signifikan, banyak otak lumba-lumba modern lebih besar daripada otak kita sendiri. Ciri-ciri anatomi otak mereka menunjukkan kerumitan kecerdasan.
Sumber : Majalah Rumah Lentera Edisi 46 Tahun 5, Agustus 2010/Sha’ban 1431 H
Menurut saya, si lumba-lumba jadi stress gara-gara nggak ikutan ngetop kayak Bondan Prakoso. Hehehe…
hihi…. bisa jadi tuh mas… jangan2 juga karena ga bisa ngetop kayak mas Agus…. hehe
lam kenal juga
salam kenal mas…
salam kenal juga mas
lumba2 cerdas, sama ternyata bisa ada masalah psikologis juga. kalo lumba2 gimana nyeleseinnya ya..
artikel y saya perhatikan bagus 2 juga si om nih alexa y makin bagus pulsa slam kenal om
terima kasih infonya !
TERLALU BANYAK MINUM MINYAK TUH MAS
KAN DI LAUT BANYAK MINYAK2 DARI KAPAL YANG TUMPAH