Artikel ini saya ambil dari facebook milik Katahati Institute dan ternyata juga di ambil dari artikel VIVAnews. Dimana seorang yang cacat mampu berenang sejauh 33,8 km yaitu Phillipe Croizon. Sungguh semangat yang luar biasa dan sangat menginspirasi mereka yang menyaksikannya dan membaca beritanya, termasuk saya.
Ini merupakan salah alarm dari Tuhan untuk kita. Croizon yang berbeda pun bisa melakukan yang menurut pikiran kita tidak bisa. Tapi dengan menggunakan hati, Croizon dapat melakukannya.
Dibawah beritanya dan selamat membaca. O iya, saya juga tautkan video dari youtube mengenai Phillipe Croizon.
———————————————————————
VIVAnews – Hidup tanpa anggota tubuh yang lengkap bukan berarti kiamat. Seorang pria di Prancis memberi bukti terbaru bahwa orang cacat mampu membuat prestasi hebat. Dia berenang melintasi lautan luas dari satu negara ke negara lain walau tanpa tangan dan kaki.
Dia adalah Philippe Croizon. Walau tanpa kedua kaki dan kedua tangan yang utuh, Croizon berhasil berenang dari Inggris ke Prancis, Sabtu 18 September 2010. Menurut laman harian The Guardian, pria berusia 42 tahun itu hanya butuh waktu 13 jam dan 30 menit untuk mengarungi Selat Inggris sepanjang 21 mil (33,8 km).
Dia berenang sendirian, tanpa bantuan orang lain. “Saya berhasil melakukannya, ini sungguh gila!” teriak Croizon kepada suatu stasiun radio Prancis.
Dia mulai berenang dari Folkstone, Inggris, pada pukul 06.30 waktu setempat dan sampai di Wissant, Prancis, pada malam hari. Jangka waktu yang ditempuh Croizon itu hampir dua kali lipat lebih cepat dari yang diperkirakan timnya. Tadinya, mereka berpikir Croizon butuh waktu 24 jam untuk sampai ke tujuan.
Ayahnya, Gerrard, tidak bisa menutupi kegembiraan atas prestasi Croizon. Menurut Gerrard, tampaknya “dewi fortuna” menyertai Croizon.
Waktu tempuhnya menjadi lebih cepat karena dibantu oleh embusan angin. Selain itu, selama berenang, Croizon dihampiri tiga ekor ikan lumba-lumba.
Croizon pun kian bersemangat. “Kami menganggap fenomena itu sebagai pertanda mujur,” kata Gerrard, yang turut mengawasi Croizon selama berenang.
Croizon menyatakan bahwa tujuan dia berenang melintasi Selat Inggris untuk menunjukkan bahwa orang cacat seperti dirinya bisa mengatasi keterbatasan. “Saya melakukan ini bagi diri saya, keluarga, dan juga bagi mereka yang menderita tragedi yang sama dan kehilangan harapan untuk tetap hidup,” kata Croizon.
Pada 16 tahun lalu, Maret 1994, Croizon mengalami kecelakaan yang naas. Saat itu, dia berupaya membetulkan posisi antena televisi di atas genting rumahnya. Namun, dia tersentuh kabel listrik.
Sengatan listrik berkekuatan 20.000 volt nyaris menewaskan Croizon. Namun, akibat sengatan itu, kedua kaki dan tangan Croizon harus diamputasi.
Dia rupanya tidak menyerah atas cacat yang diidapnya. Maka, beberapa tahun kemudian Croizon menulis otobiografi berjudul “J’ai Decide de Vivre” atau “Saya Putuskan untuk Tetap Hidup.”
Setiba di Prancis, Croizon menerima ucapan selamat lewat telepon dari Menteri Urusan Keluarga, Nadine Morano. “Anda telah menunjukkan keberanian dan penampilan yang patut diteladani,” ujar Morano.(ywn)
Berikut link video Phillipe Croizon: http://www.youtube.com/watch?v=LYqXqNq5vtI
Test Awwalan dulu dah ….
Wow komengku ilang!!!
Yang mana mas Erdien? Tuh muncul diatas.
Bukan yang ntu Mas, komeng yang seriusnya yang nggak ilang tuh
sip. tetep semangat menghadapi hidup
salam kenal mas
Kadang ketidaksempurnaan membuat tekad seseorang menjadi berlipat-lipat. Mudah2an kesempurnaan kita tidak membuat kita malah bermalas-malasan utk terus berlatih.
Baru ketemu lg nih disini mas Agung
Iya mas Octa. Hehe
artikel yang bermanfaat, kekurangan belum tentu menjadi sebuah ketidak sempurnaan
Info yang bagus !
Barangkali informasi mengenai “Tidak PD” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Tidak PD ?
Pingback: Kekurangan Fisik Tidak Menjadi Penghalang Untuk Belajar Ikhlas dan ...
Kisah berharga buat kita yang serba lengkap tetapi tidak bisa berhenti mengeluh.