Eh… Anak kok Jadi Pemurung
Dalam kegiatannya sehari-hari si kecil selalu saja dsibukan dengan hal-hal yang baru ia temui, tapi tidak semua anak akan merespon hal-hal yang ia temui selama aktifitasnya dengan positif karena pada dasarnya masing-masing anak akan memiliki karakteristik tersendiri. Ada yang dapat melalui kegiatan belajarnya tanpa mengalami kesulitan, sementara di sisi lain tidak sedikit pula anak yang justru banyak mengalami berbagai kesulitan salah satunya sifat pemurung. Kesulitan bersosialisasi ini bisa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu dalam berinteraksi dengan teman-teman seusianya sehingga pada akhirnya si kecil mengalami kurang percaya diri dalam bergaul bersama teman-teman yang seharusnya itu semua dapat dicapainya dengan semestinya.
Perubahan perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh anak, terkadang menunjukkan tanda bahwa si anak memiliki masalah. Hal ini sebenarnya bisa dilihat dari perubahan sikapnya. Misalnya saja, tiba-tiba anak yang periang menjadi pemurung. Saat ditanya anak memilih untuk diam, seakan tidak terjadi apa-apa. Padahal, gejala itu bisa menjadi salah satu pertanda anak sedang menghadapi tekanan psikologis. Menurut Yulia Ekawati Tasbita, S.Psi., Psikolog, kesulitan bersosialisasi pada anak biasanya sudah dapat dideteksi pada usia 6 tahun, karena pada usia tersebut si anak sudah bisa memberikan respon terhadap apa yang dilakukan orang tua kepada si anak. Di sana orang tua dapat melihat sikap dan muka si anak. “Sifat pemurung cenderung lebih merunjuk pada tingkah laku si anak,” ujar Yulia. Berbagai tingkah laku yang sering ditunjukkan anak antara lain dengan menyendiri, tidak percaya diri (minder) dan menunjukkan wajah sedihnya.
Yulia mengingatkan, jika si kecil mulai menunjukkan sifat pemurungnya, sebaiknya orang tua jangan panik yang terlalu berlebihan. “Kalau orang tuanya panik, akan membuat anak merasakan kondisi yang tidak nyaman atas sikap orang di sekitarnya terutama orang tuanya sendiri,” bebernya. Langkah yang bijak adalah dengan cara pendekatan secara individu. Disinilah tugas ibu dalam memberikan perasaan yang nyaman untuk si buah hatinya, tanyakan pada si kecil apa yang membuat ia merasa tidak nyaman dan akhirnya membuatnya sedih. “Dengan cara seperti ini akan membuat si kecil merasa bahwa ibu peduli terhadapnya,” ucapnya. Dengan memberikan motivasi secara step by step akan membuat si kecil perlahan-lahan menimbulkan percaya diri dalam dirinya sehingga respon pemurung dari wajahnya bisa berkurang.
Tak hanya itu saja sambung Yulia, biasakan anak untuk ikut serta dalam aktifitas yang positif sehingga dengan adanya kegiatan akan memunculkan minat si kecil dalam bersosialisasi. “Jangan biarkan si kecil sendirian karena dengan sendirinya membuat ia memiliki waktu untuk berfikir dan berimanjinasi dengan keadaannya, sehingga pada akhirnya membuat banyak anak pemurung, menjadi cepat depresi karena tidak dapat mengekspresikan apa yang ia rasakan, cenderung sering menyakiti diri sendiri,” jelasnya.
Orang tuayang memiliki anak pemurung, menurut Yulia, biasanya memiliki dampak psikis lebih cepat curiga dan cemas dengan lingkungannya. Sehingga ditekankan pada orang tua jika si kecil sudah menunjukkan gejala-gejala pemurung, alangkah baiknya bila para orang tua cepat membawa anaknya berkonsultasi kepada ahlinya, seperti kepada dokter anak dan psikolog. “Selain si anak mendapatkan penanganan terbaik, orang tua juga bisa terhindar dari stres akibat apa yang terjadi,” ucap perempuan cantik berkerudung ini. Dan satu lagi, jangan pernah membiasakan untuk main tangan pada anak, apalagi jika anak sedang mengalami masa-masa sulitnya karena itu akan membuat memori membekas di anak tentang apa yang orang tua lakukan terhadapnya. (Anggita Anggraina)
Tanda-Tanda Anak Sedang Punya Masalah
Perubahan sikap :
- Menjadi lebih pendiam, mudah menangis, pemarah, atau rewel pergi ke sekolah.
- Bisa juga merasakan sakit yang berkelanjutan : misalnya, sakit perut, pusing, frekuensi buang air kecil meningkat, atau malah mengompol.
Atasi dengan :
- Deteksi perubahan sikap sedini mungkin
- Ajak berdiskusi
- Beri mereka solusi
- Bantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, tetapi tetap terbuka
- Tingkatkan komunikasi dengan anak
Incoming search terms:
- makalah anak pendiam
- karakteristik anak pendiam
- kesulitan bersosialisasi
- cara meyikapai anak pendiam & pemurung
- makalah permasalahan anak pendiam
- Pemurung
- penyebab anak jadi pemurung
- orang pemurung itu yg seprti apa si
- dr ahmad suryawan spa(k)
- fakta anak pendiam
Tags: anak pemurung











Terima kasih sekali, sangat bermanfaat utk saya yang baru menjadi orang tua…
salam
eh, baru jadi orang tua toh… selamat kang, semoga putra/i nya bisa jadi anak yang sholeh/ah… Amin
Terima kasih bagi-bagi ilmunya Mas, saya juga masih perlu belajar hal seperti ini
Salam Sukses,
Erdien
sama-sama belajar kang
Info yang bagus buat orang tua jaman sekarang ini
wah nice info tuh gan..
lumayan buat bekal saya nanti kalo udah punya anak .. hehe ..
salam kenal agan .. salam kenal semuanya .. mampir ke blog saya juga yah (blog saya dofollow juga lohh) .. hehe
artikel tentang anak pemurung bguz, walaupun saya blum merit,tapi ini pembelajaran
Peran orang tua memang diperlukan dalam membangun karakter anak……
Ini Blogku & Blog’e Cah Nganjuk mendukung wp ini…artikelnya sangat bermanfaat dan sangat informatif sekale…mantaaab
menurut saya artikelnya bagus boss,jadi bermanfaat bagi kita semua………
pelajaran buat orangtua untuk lebih memperhatikan anaknya
Nice share. Saya pribadi selalu mengajak anak2 untuk ikut kegiatan positif di lingkungan. Terima kasih.
Nice share. Artikel yang bagus, untuk orang tua muda maupun yang udah lama. Thanks.
informasi yang sangat bermanfaat sekali gan, khususnya bagi para calon orangtua..
SUNGGUH SANGAT BERMANFAAT SEKALI TRMKSH…..
thanks infonya nih, anak saya juga sering seperti itu.. mungkin saya kurang perhatian padanya, thanks bangett
sangat bermanfaat sekali yaa infonya
thanks
pelajaran untuk para ortu yaa
nice info
sebagai org tua dampingi terus anaknya !
wah bagus sekali info nya sungguh sangat keren,,
tapi saya belum pengalaman untuk hal itu.
hmm,,,
terimakasih yaa atas tipsnya
lumayan pelajaran buat masa depan kalo udah berkeluarga dan punya ank xixiixixixii
thank’s infonya !