Salah satu olah raga paling mudah dan murah adalah jalan kaki. Menurut Heidi Dening, direktur pelatihan luar ruang Jump Start, untuk mendapat manfaat lebih dari jalan kaki, kita perlu meningkatkan frekuensi dan beban. Terutama bila ingin menurunkan berat badan maupun agar lebih bugar.
Percepat langkahnya
Berjalan cepat membakar sekitar 291 kalori per jam. Bandingkan dengan jalan kaki santai, yang hanya membakar 192 kalori.
Naik bukit
Kalau ingin menantang diri sendiri, cobalah berjalan kaki di daerah perbukitan, misalnya perkebunan teh. Rute jalan seperti ini membantu mendongkrak kebugaran dan membakar lemak.
“Cobalah naik bukit sekali, kemudian naik lagi dengan posisi mundur,” kata Heidi.
Cara ini akan mengaktifkan hamstring (otot paha belakang) dan glutes (otot bokong). Juga membantu memperkuat dan mengencangkannya.
Sebagai tantangan, tambahkan putaran di minggu berikutnya atau tingkatkan kecepatannya.
Sertakan interval
Rentetan aktivitas kuat dalam waktu pendek baik untun membangun ketahanan. Gunakan penanda waktu pada jam tangan atau telepon, lalu cobalah berjalan secepat mungkin selama 30 detik. Lalu 30 detik berikutnya jalan perlahan sebagai pemulihan.
Ulangi aktivitas ini 3-4 kalil, diikuti berjalan dengan kecepatan normal selama 3 menit. Ulangi urutan tersebut 3-4 kali selama berjalan.
Selamat jalan kaki. (dee)
Sumber : Majalah Sehat Edisi 23-29 Desember 2011
Sering-seringlah tertawa karena bisa membebaskan Anda dari rasa sakit. Tawa yang tulus dan spontan bersama dengan teman-teman akan menghasilkan opiat – zat kimia serupa opium – yang membajiri otak sehingga mampu mereduksi rasa sakit, demikian hasil penelitian di Inggris.
Para peneliti mengamati sejumlah responden yang diminta menonton acara humor – mulai dari “Mr. Bean” hingga mini seri “Friends” – dan acara “serius” macam golf dan program kehidupan di alam liar di teve. Selain itu mereka juga mengamati para responden di Edinburgh Fringe Festival, yang diminta menonton acara komedi secara langsung atau drama teatrikal. Pada saat yang sama resistensi mereka terhadap rasa sakit diukur. Continue reading
Melinjo, sebagian besar orang lebih mengenalnya sebagai bahan baku emping dengan rasa khasnya yang pahit. Ada juga orang yang pantang untuk mengkonsumsinya, karena takut terkena asam urat. Namun siapa sangka, biji melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan saya tahan tubuh.
Peneliti dari Universitas Jember, Tri Agus Siswoyo, menilai bahwa aktivitas antioksisan biji melinjo setara dengan vitamin C. Aktivitas antioksidan ini diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo. Protein utamanya sangat efektif untuk menghabisi radikal bebas penyebab berbagai penyakit, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh darah, penuan dini dan lain-lain.
Sumber : Majalah Rumah Lentera, Edisi 48 Tahun 5, Desember 2010 / Muharram 1432 H
Selain lebih praktis, murah dan higienis, Air Susu Ibu (ASI) memiliki kandungan gizi sangat tinggi guna melindungi pencernaan bayi dari bahaya infeksi. Untuk itu, penting sekali memberikan ASI selambat-lambatnya 30 menit setelah melahirkan. ASI yang keluar setengah jam setelah melahirkan, mengandung kolostrum atau susu jolong yang warnanya kekuningan dan encer. Kolostrum ini mengandung immunoglobin A (Ig.A) yang dapat melumpuhkan bakteri patogen E.Coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. Kolostrum pun mengandung protein, vitamin A yang tinggi, karbohidrat dan lemak rendah sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada awal kelahiran, sehingga mampu menghilangkan rasa lapar pada bayi yang baru lahir.
ASI memiliki perbandingan kandungan protein kasein dan whey yang sesuai untuk bayi yaitu 35:65, sehingga komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap dibandingkan protein susu sapi, yang memiliki perbandingan kasein: whey 80:20. Taurin yang merupakan asam amino yang terbanyak terkandung dalam ASI berfungsi sebagai neurotransmitter, membantu pembentukan sel-sel otak, sel-sel saraf, dan retina mata. Taurin juga mengandung lemak rantai panjang, yang mana lemak ini adalah cikal bakal pembentuk ARA atau omega-6 dan DHA atau omega-3 yang berfungsi dalam perkembangan saraf otak, pertumbuhan, dan penglihatan. ARA dan DHA yang ditambahkan dalam susu formula, selain sintesanya kadang berbeda dengan ASI juga hanya mampu diserap bayi sekitar 20 persen saja. Lain halnya dengan DHA dan ARA yang terdapat dalam ASI, mampu diserap pencernaan bayi 100 persen.
Sumber : Majalah Rumah Lentera Edisi 49 Tahun 5, Januari 2011/Shafar 1432 HJakarta, Jenis kanker yang paling banyak ditakuti kaum perempuan adalah kanker payudara, karena jika telat didiagnosis bisa menyebabkan kematian. Tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.
“Kebanyakan kanker payudara tidak menurun di keluarga. Kenyataannya kasus kanker payudara sangat dipengaruhi oleh lingkungan, gaya hidup dan pilihan alat kontrasepsi,” ujar Dr Marisa C Weiss, selaku presiden dan pendiri Breastcancer.org, seperti dikutip dari ABCNews.go.com, Jumat (1/7/2011). Continue reading
Waspadalah bagi pria yang gemar makan junk food karena hasil penelitian dari para peneliti Amerika Serikat dan Australia mengungkapkan bahwa para pria yang makan junk food bisa membuat keturunan mereka terkena diabetes. Penemuan ini berdasarkan uji coba pada tikus yang dilakukan para peneliti Australia dan Amerika Serikat. Para calon ayah harus menjaga pola makan mereka seperti yang dilakukan oleh para ibu. Continue reading
Jakarta – Doyan keju? Rasanya gurih- gurih enak. Apalagi dibuat kue, campuran spaghetti, sup, atau aneka dessert. Hampir setiap orang suka. Namun, makanan yang dihasilkan dari susu sapi segar yang diolah ini perlu dicermati efeknya.
Seperti halnya susu, keju juga mengandung kalsium yang baik untuk menjaga pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa konsumsi keju ternyata bisa memperbesar resiko kanker kandung kemih. Continue reading