Saya agak bingung mau memasukkan artikel ini dalam kategori humor atau pendidikan. Karena disatu sisi, isinya humor dan disatu sisi ada pembelajaran disana. Membingungkan!!! Tapi, intinya teman-teman ambil sendiri yah termasuk mana.
Artikel ini saya dapatkan dari teman di Facebook yang menaruhnya dalam catatan. Saat membaca ini juga sempat kaget dan bertanya-tanya. Koq bisa? Ya udah langsung dibaca aja ya. Hehe
***
“Komedi yang sesungguhnya adalah tragedi yang paling pahit dalam hidup ini.” (Deddy Mizwar) (*1)
Seorang teman yang tidak waras pernah memberitau saya sebuah gurauan yang lucu dan nggak masuk akal. Dia bilang, dia suka makan katak. Tapi, karena dia tidak waras, dia nggak mau memasak katak dalam cara yang sudah biasa. Dia bilang, “aku akan membuat katak itu mati dan siap dilahap tanpa ada perlawanan, tanpa katak itu menyadarinya, bahkan katak itu dengan sukarela menyerahkan diri untuk mati dan dimakan.”
Huahahaha… aku tertawa terbahak-bahak. Ada-ada aja. Lalu gimana caranya biar katak itu dengan sukarela menceburkan diri ke wajan penggorengan?
Teman itu malah tertawa lebih keras lagi. Huahahahahahahaahaaaaa…
Menggoreng katak adalah cara yang sudah biasa, umum dilakukan. Kalo kita memasukkan katak ke wajan penggorengan yang sudah terisi dengan minyak goreng panas, dia bisa langsung melompat keluar dari wajan.
Dia bilang, begini strateginya. Rebuslah katak itu. Mula-mula, bikin suhu airnya 30 derajat celcius.
Katak itu akan merasa nyaman, seperti mandi air hangat. Perlahan-lahan, naikkan suhu air. Lama-lama dia akan merasa lebih nyaman lagi, seperti di spa.
Sekarang, ketika mencapai suhu sekitar70 derajat celcius, coba kita keluarkan katak itu dari panci. Dia akan melompat kembali ke panci, karena merasa kedinginan di luar. Dia sudah nyaman dengan suasana spa. Lalu, naikkan lagi suhunya perlahan-lahan…. sampai mencapai suhu 100 derajat celcius.
Dan voila!! Kita mendapatkan seekor katak rebus yang siap untuk dilahap!
Wow! Cara yang cerdas! Kataku.
Ah, itu sih bukan apa-apa, katanya. “Eksperimenku yang terbaru adalah aku akan menghancurkan sebuah bangsa tanpa ada perlawanan, tanpa warganya menyadarinya, bahkan warganya dengan sukarela menyerahkan diri untuk dihancurkan.”
Huahahaha… aku tertawa terbahak-bahak. Dasar wong kenthir (orang gila)!!! Kamu itu modalnya apa? Tentara nggak punya, kekuatan politis nggak punya, wibawa pun enggak. Kamu itu hanyalah penghuni RSJ!
Teman itu malah tertawa lebih keras lagi. Huahahahahahahaahaaaaa…
Dia bilang, ada 4 cara mudah untuk membuat sebuah bangsa hancur secara halus.
1. Rusakkan sistem pendidikan mereka.
Buatlah mereka berpikir bahwa pendidikan hanya untuk mencari nilai standar agar lulus ujian akhir.
Buatlah mereka beranggapan bahwa pendidikan itu tidak perlu: hanya basa-basi dan tidak bisa diterapkan di dunia nyata.
Buatlah mereka jadi kurang menghargai para pendidik. Sebarkan paradigma bahwa menjadi guru dan dosen itu: udah kerjanya melelahkan, gajinya kecil.
Dengan begitu, generasi penerus bangsa malas berpikir kritis dan mendalam.
Olimpiade fisika? Nggak penting.
Juara dunia catur & bulu tangkis? Nggak penting.
Mapan dan punya penghasilan tetap? Penting.
2. Buatlah mereka sibuk dengan hal-hal yang bersifat permukaan & nggak substansial
Seperti video porno selebritis, hal-hal supernatural, peristiwa melankolis, penilaian moral baik><buruk, menyalahkan teknologi.
Polisi akan sibuk merazia hp siswa di sekolah, merazia vcd/dvd bajakan, memblokir situs yang memuat video itu, menginterogasi pihak-pihak terkait.
Orang-orang akan sibuk menganalisis apakah video itu asli atau tidak, dan siapa yang meng-uploadnya ke internet. Orang yang meng-upload itu merusak moral bangsa…. Katanya…
Lalu, orang-orang akan sibuk menilai betapa selebritis itu adalah setan ular beludak.
Juga, facebook dan internet adalah alat kerja setan.
Inilah penilaian moralnya: Orang harus jadi setan atau malaikat. Orang tidak boleh jadi manusia.
Dengan begitu, perhatian mereka teralihkan dari akar permasalahan.
3. Buatlah mereka lebih menghargai duit daripada makna luhur dari sebuah pekerjaan.
Bandingkan pernyataan-pernyataan ini:
“Aku kerja untuk jadi kaya, punya banyak duit untuk membuat keluargaku bahagia dan terpandang.”
“Aku kerja karena bagiku ini adalah pekerjaan impian. Aku melakukan hal yang paling aku sukai, bermakna, dan dibayar untuk itu.” (*2)
Sebarluaskan pernyataan pertama di atas, sensorlah pernyataan kedua.
Yakinkan mereka bahwa pernyataan kedua itu muluk-muluk dan tidak realistis.
Dengan begitu, mereka akan lebih menghormati orang berdasarkan seberapa banyak duit yang dimilikinya. (makanya, jangan menghormati guru dan dosen. Gaji mereka kecil).
4. Buatlah mereka saling membenci SARA bangsanya sendiri.
Buatlah mereka percaya bahwa agama x lebih baik dan benar dari agama y.
Sakiti dan lukai warga suku/agama x, dengan menyamar sebagai warga suku/agama y.
Mereka akan saling bentrok, saling mencerca, saling mencurigai.
Dengan begitu, mereka akan jadi terlalu sibuk untuk memikirkan kepentingan bersama, kepentingan bangsa, harga diri bangsa; terlalu sibuk untuk membuat bangsa mereka sejajar dengan bangsa lain.
Dan voila!! Kita mendapatkan sebuah bangsa yang siap untuk dilahap!
Wow! Cara yang cerdas! Kataku.
Yogyakarta, 12 Juni 2010.
Catatan:
(*1) Wawancara di Koran Tempo, minggu, 9 mei 2010.
(*2) Diadaptasi dari perkataan Andre Surya di artikel Yahoo! Indonesia Yodel.
Andre ini adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia di divisi Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Dia satu-satunya orang Indonesia yang terlibat dalam pembuatan film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai Digital Artist.
Salam, Buen Kesong
Agung Prasetyo
Pertamax gan
Diterima pertamax-nya. Hehe
Wah, … mata ini terbelalak saat membaca judul anda… ngeri . wkwkwkw
ya ampun, strategi ini benar-benar mematikan bangsa, ditambah lagi, sebarluaskan berita tak bermutu lewat internet dan televisi, sehingga masyarakat akan semakin tumpul ilmu akan berita yang cerdas, berbobot, dan bermanfaat (maaf ini bukan saran, melainkan keprihatinan)
inilah cara-cara zionis yahudi. menyusup dan menggrogoti dari dalam
@joko santoso: Hahaha..
@hanifilham: Betul mas, supaya tidak terjadi seperti apa yang tertulis diatas. Kita harus mulai menyadari untuk menghindari dan berubah.
@membuat website: Bisa jadi mas Octa.
waw, artikel yang menarik!
beginilah mungkin bangsa kita akan di hancurkan secara perlahan
Ide-idenya memang cerdas
smoga aku bukan salah satu penghancur bangsa hikz hikz
makasih udah di ingatkan
Amin….
wahh
moga ajah aku bukan bagian perusak bangsa
mudah-mudahan saja mas…
Keren mas, saya baru tau tentang ini