Berhenti Membandingkan Diri

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain, terutama yang lebih segalanya dari kita, bisa memberi inspirasi, motivasi, dan membuat kita belajar. Di sisi lain, bisa melahirkan rasa cemburu dan rendah diri. Dan bukan tak mungkin, kita kemudian punya pikiran negatif tentang orang lain.

Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bisa menjadi cerminan rasa putus asa. Demikian ujar Heidi Grant Halvorson, ahli psikologi sosial di AS yang menulis buku : How We Can Reach Our Goals.

Membandingkan kehidupan diri sendiri, mobil, rumah, karier, tas, sepatu, gadget, uang, pasangan, ketenaran, dan seterusnya… cuma membuat galau. Pada akhirnya hanya akan menumpuk perasaan negarif dalam diri.

Jika kita tidak bisa mengubah sesuatu, meski sudah berusaha keras melakukannya, cobalah lihat ke bawah. ” Dengan membandingkan diri ke kelompok yang ada di bawah kita, akan membantu kita melihat perspektif yang menguntungkan dan membuat  kita merasa layak bersyukur, ” kata ahli psikologi klik dari Toronto, Kanada, Isabelle Bauer.

Bagaimana menghentikan kebiasaan buruk membanding-bandingkan ini ?

 * Sadarlah
Kita sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, tanpa sadar. Bawa pikiran-pikiran ke area kesadaran, agat lebih waspada. Jika kita fokus pada pikiran-pikiran selama beberapa hari, akan jauh lebih mudah untuk mencapai kesadaran penuh.

* Berhenti
Setelah menyadari kita sedang melakukan perbandingan, beri jeda. Jangan mencaci maki diri sendiri dan merasa buruk. Ubahlah fokus pada diri sendiri.

* Menghitung berkah
Lebih fokus pada apa yang kita miliki. Perubahan yang kita capai dibandingkan kita yang dulu atau kondisi tahun lalu. Pikirkan betapa beruntungnya kita sudah memiliki semua itu, memiliki orang-orang  tercinta yang peduli pada Anda.

* Fokus pada kekuatan diri
Ketimbang terus-menerus melihat kelemahan diri, cermati kekuatan yang kita punya. Rayakan kekuatan itu dan banggalah telah memilikinya. Gunakan kekuatan itu untuk mendapatkan peluang terbaik.

* Terima ketidaksempurnaan
No one is perfect! Begitu juga Anda. Namun, selalu ada jalan untuk memperbaiki diri. Selalulah berusaha memperbaiki diri, meski tak seorang pun akan menjadi sempurna. Ketidaksempurnaan itulah yang membuat kita memiliki kesejatian diri.

* Jangan menjatuhkan orang lain
Berusaha mengkritik orang lain hanya untuk membuat diri sendiri terlihat atau merasa lebih baik, adalah sikap yang merusak. Menjadikan orang lain musuh, justru pada akhirnya akan menyakiti diri sendiri. Lebih baik jadikan ia teman. Dukung keberhasilan orang lain, dan Anda akan mendapatkan bagian kesuksesan Anda sendiri.

* Fokus pada proses
Hidup adalah perjalanan untuk menemukan sesuatu, menjadi seseorang, untuk belajar dan mencipta. Perjalanan Anda tidak diukur dari apa yang dicapai dan dimiliki orang lain, tetapi apa yang Anda sendiri lakukan.

* Belajar mencintai
Selalu menginginkan apa yang dipunyai orang lain, membuat kita tak akan pernah merasa cukup, apalagi bahagia. Ini akan menjadi siklus tiada akhir. Lebih baik menyadari bahwa apa yang kita miliki sudah cukup berharga untuk kita syukuri, dan melalui itu semua kita sudah diberkati.

Sumber : Tabloid Sehat Edisi Tahun XIII No.05
Image : http://filsafat.kompasiana.com/2012/02/12/6-cara-meraih-kebahagiaan-dan-kesuksesan-dalam-hidup 

 

2 Responses to Berhenti Membandingkan Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

GoBlog Theme Banner 250x250