Berhenti merokok adalah keputusan tepat bagi kesehatan, namun membutuhkan tekad yang kuat dalam diri kita sendiri untuk melaluinya. Motivasi dan konsistensi adalah hal yang dibutuhkan jika Anda ingin benar-benar terlepas dari kebiasaan buruk ini. Nah, jika Anda ingin terbebas dari kebiasaan merokok, Anda bisa memulainya dengan 6 langkah berikut ini :
1. Yakinkan Diri Anda Sendiri
Membekali diri dengan kayakinan dan tekad yang kuat untuk berhenti merokok adalah modal utama yang harus Anda miliki. Berhenti merokok lebih dari sekedar mengucapkannya dengan perkataan, lebih dari itu, yakinkan diri Anda untuk benar-benar kuat dalam melalui hambatan dan godaan selama proses berhenti merokok.
2. Kurangi Secara Berkala
Kebiasaan yang sudah Anda lakukan bertahun-tahun tentunya akan sulit jika dihentikan secara mendadak. Nah, untuk mengatasinya, sebaiknya kurangi batang rokok yang Anda isap setiap hari. Jika sebelumnya Anda menghabiskan 3-4 batang rokok, Anda bisa kurangi secara bertahap menjadi 1-2 batang saja per hari, hingga Anda benar-benar tidak mengisap sama sekali. Continue reading
Jakarta – Berada di dalam pesawat, sudah tentu Anda harus menjaga kenyamanan traveler lainnya. Kalau tidak, Anda akan dimusuhi oleh penumpang lain yang merasa kesal. Hindari 11 perilaku ini saat berada di pesawat.
Pantang bagi traveler yang bepergian menggunakan transportasi umum, termasuk pesawat, berperilaku seenaknya. Sadar atau tidak, tingkah laku yang menyebalkan itu akan membuat diri Anda tidak disukai oleh penumpang lain selama penerbangan. Menurut Reader’s Digest Canada, Jumat (7/12/2012) 11 perilaku inilah yang tidak disukai penumpang lain di dalam pesawat:
1. Merebut sandaran lengan
Dalam satu baris tempat duduk, sandaran lengan bagian tengah bisa dipakai bersama. Namun, jangan sekali-kali Anda mendorong lengan penumpang yang duduk di samping Anda. Hal itu akan terlihat tidak menyenangkan selama penerbangan, seolah Anda mengklaim kepemilikan sandaran lengan tersebut. Continue reading
Suka ngemil kuaci biji bunga matahari ? Teruskan saja, karena biji bunga matahari memiliki banyak manfaat untuk kesehatan
Mimpi terdiri dari berbagai ide, emosi, sensasi atau gambar yang terjadi tanpa sengaja dalam pikiran saat orang tidur. Tentu saja hampir semua orang lebih menyukai mimpi indah saat tidur. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda mendapat mimpi indah.
Sepanjang tidur malam terjadi dua siklus tidur, yaitu tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non-REM. Siklus ini bergantian setiap 90 menit dan mimpi terjadi selama fase tidur REM.
Mimpi buruk biasanya akan terjadi karena refleksi dari hal-hal yang menegangkan seperti obat, kejadian atau gambar visual menakutkan yang Anda amati sebelum tidur. Karena mimpi buruk dapat mempengaruhi kualitas tidur, penting untuk berlatih untuk mendapatkan mimpi indah saat tidur.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar mendapatkan mimpi indah di malam hari, seperti dilansir Livestrong, Senin (12/3/2012):
1. Jangan menonton film horor di malam hari
Hindari menonton film atau membaca buku menakutkan sebelum tidur. Anda dapat membawa perasaan takut ke dalam tidur, yang dapat mengakibatkan mimpi buruk, menurut KidsHealth.org.
2. Hindari minum obat stimulan sebelum tidur
Hindari menggunakan obat atau stimulan lain yang dapat mempengaruhi tidur, termasuk alkohol, nikotin, kafein, obat tekanan darah dan antidepresan, menurut Scientific American.
Obat atau stimulan yang diminum sebelum tidur awalnya dapat mempengaruhi fase tidur REM dan membuat Anda masuk ke tahap tidur yang lebih dalam. Namun setelah Anda berhenti minum obat-obatan tersebut, Anda akan mengalami tidur REM lebih dalam, yang dapat mengakibatkan mimpi buruk, menurut National Sleep Foundation.
3. Rileks sebelum tidur
Lakukan sesuatu yang rileks sebelum tidur, karena stres dapat menyebabkan mimpi buruk. Yang terbaik adalah melakukan kegiatan yang membantu Anda merasa lebih nyaman, seperti berendam di bak mandi, membaca buku, mendengarkan musik atau bermeditasi untuk bersantai.
4. Buat kamar senyaman mungkin
Buatlah kamar tidur sebagai tempat yang hanya dilakukan untuk tidur dan keintiman. Buatlah kamar tidur senyaman dan menenangkan mungkin, seperti memilih kasur nyaman dengan warna tirai dan suhu pada ruangan yang nyaman. Dengan memastikan bahwa Anda hanya fokus pada tidur dan relaksasi di kamar tidur, Anda mungkin mengalami mimpi yang lebih baik.
Sumber: www.buzzwalker.com
Suatu hari dalam kondisi yang putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasnya. Maka dia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti” katanya.
Tuhan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.
Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.”
“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.”
“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. ”
“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”
“Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu”.
Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”
“Saatmu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadanya. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan ?” tanyanya. “Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” Tuhan balik bertanya. “Setinggi yang mereka mampu?” dia bertanya.
“Ya.” jawabNya “Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.”
Lalu dia pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapnya dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Ps: Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman, kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu, ingatlah No one is perfect, jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya.
Sumber: www.beritaunik.net
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain, terutama yang lebih segalanya dari kita, bisa memberi inspirasi, motivasi, dan membuat kita belajar. Di sisi lain, bisa melahirkan rasa cemburu dan rendah diri. Dan bukan tak mungkin, kita kemudian punya pikiran negatif tentang orang lain.
Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bisa menjadi cerminan rasa putus asa. Demikian ujar Heidi Grant Halvorson, ahli psikologi sosial di AS yang menulis buku : How We Can Reach Our Goals.
Membandingkan kehidupan diri sendiri, mobil, rumah, karier, tas, sepatu, gadget, uang, pasangan, ketenaran, dan seterusnya… cuma membuat galau. Pada akhirnya hanya akan menumpuk perasaan negarif dalam diri.
Jika kita tidak bisa mengubah sesuatu, meski sudah berusaha keras melakukannya, cobalah lihat ke bawah. ” Dengan membandingkan diri ke kelompok yang ada di bawah kita, akan membantu kita melihat perspektif yang menguntungkan dan membuat kita merasa layak bersyukur, ” kata ahli psikologi klik dari Toronto, Kanada, Isabelle Bauer.
Bagaimana menghentikan kebiasaan buruk membanding-bandingkan ini ?
* Sadarlah
Kita sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, tanpa sadar. Bawa pikiran-pikiran ke area kesadaran, agat lebih waspada. Jika kita fokus pada pikiran-pikiran selama beberapa hari, akan jauh lebih mudah untuk mencapai kesadaran penuh.
* Berhenti
Setelah menyadari kita sedang melakukan perbandingan, beri jeda. Jangan mencaci maki diri sendiri dan merasa buruk. Ubahlah fokus pada diri sendiri.
* Menghitung berkah
Lebih fokus pada apa yang kita miliki. Perubahan yang kita capai dibandingkan kita yang dulu atau kondisi tahun lalu. Pikirkan betapa beruntungnya kita sudah memiliki semua itu, memiliki orang-orang tercinta yang peduli pada Anda.
* Fokus pada kekuatan diri
Ketimbang terus-menerus melihat kelemahan diri, cermati kekuatan yang kita punya. Rayakan kekuatan itu dan banggalah telah memilikinya. Gunakan kekuatan itu untuk mendapatkan peluang terbaik.
* Terima ketidaksempurnaan
No one is perfect! Begitu juga Anda. Namun, selalu ada jalan untuk memperbaiki diri. Selalulah berusaha memperbaiki diri, meski tak seorang pun akan menjadi sempurna. Ketidaksempurnaan itulah yang membuat kita memiliki kesejatian diri.
* Jangan menjatuhkan orang lain
Berusaha mengkritik orang lain hanya untuk membuat diri sendiri terlihat atau merasa lebih baik, adalah sikap yang merusak. Menjadikan orang lain musuh, justru pada akhirnya akan menyakiti diri sendiri. Lebih baik jadikan ia teman. Dukung keberhasilan orang lain, dan Anda akan mendapatkan bagian kesuksesan Anda sendiri.
* Fokus pada proses
Hidup adalah perjalanan untuk menemukan sesuatu, menjadi seseorang, untuk belajar dan mencipta. Perjalanan Anda tidak diukur dari apa yang dicapai dan dimiliki orang lain, tetapi apa yang Anda sendiri lakukan.
* Belajar mencintai
Selalu menginginkan apa yang dipunyai orang lain, membuat kita tak akan pernah merasa cukup, apalagi bahagia. Ini akan menjadi siklus tiada akhir. Lebih baik menyadari bahwa apa yang kita miliki sudah cukup berharga untuk kita syukuri, dan melalui itu semua kita sudah diberkati.
Sebelum memutuskan untuk menikah, tentu kita akan mempertimbangkan berbagai hal. Sebab, tanpa sebuah pertimbangan yang matang, maka bahtera yang akan kita bangun, dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh pasangan. Berikut ini ada 5 langkah untuk membentuk keluarga dakwah, sakinah, mawaddah wa rahmah atau disingkat DASAMARA. Semoga dapat membantu Anda yang belum memperoleh pasangan hidup.
1. Pilihlah pasangan yang seagama
Allah memberi kita pilihan atas pasangan hidup kita, dimulai dari kecantikan atau ketampanannnya, banyak harta dan keturunan baik. Namun di kalimat akhir, Allah menganjurkan kita untuk memilih pasangan berdasarkan agama. Ini termaktub dalam hadist berikut ini :
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu : harta, keturunan , kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.
2. Mulailah dari diri kita sendiri
Sebelum kita siap menikah, sebaiknya kita mempelajari surat An-nur ayat 26 yang berbunyi :
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkanoleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS. An nur [24]:26)
Untuk mendapatkan pasangan yang baik, kita harus memulainya dari diri kita dulu sehingga Allah ridha atas apa yang kita upayakan sehingga dikirimkannya pasangan terbaik dimana Allah ridha atasnya.
3. Mahar yang kecil tapi mahal
Tips bagi para orang tua dari pihak wanita, mudahkanlah niat baik anak-anak kita dengan mahar yang paling rendah. Seperti Rasulullah yang memudahkan mahar bagi Ali bin Abi Thalib yang melamar putri kesayangan Rasulullah : Fatimah Az-Zahra.
Sebelumnya, Fatimah dilamar oleh beberapa orang terkenal yang sudah tidak diragukan lagi, baik kedudukan dan kekayaannya, tapi beliau memilih Ali untuk menjadi teman hidup. Mahar anak kesayangannya ini hanya dengan satu baju besi dari Ali. Itupun diberikan Rasulullah kepada Ali.
“Berikanlah mereka mahar dengan penuh ketulusan. Tetapi jika merka rela memberikan sebagian dari mahar, maka ambillah dengan cara yang halal dan baik.” (QS. An nisa ayat 4)
Dari Aisyah Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya pernikahan yang paling berkah adalah pernikahan yang bermahar sedikit.” (Mukhtashar Sunan Abu Daud)
Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda berkah perempuan adalah mudah dilamar , murah maharnya, dan murah rahimnya.” (HR. Ahmad)
4. Melakukan Ta’aruf
Untuk mengenal pasangan, anak muda zaman sekarang biasanya harus pacaran terlebih dahulu. Namun sebagai umat islam yang baik, dalam mengenal pasangan kita adalah dengan cara ta’aruf. Jika itu sudah di tangan, tidak ada alasan saya harus kenal dulu dengan pasangan dengan cara berpacaran, tapi cukup dengan biodata serta referensi-referensi yang diberikan oleh rekan dan keluarga dekat saja, selebihnya bismillah lillahi ta’ala.
5. Menurunkan keturunan yang baik
Jika poin 1-4 sudah dilakukan, maka insya Allah, Allah yang akan menggerakan langkah kita menuju keluarga DASAMARA. Yakni keluarga yang terjaga dari segala bentuk kemaksiatan yang insya Allah akan menghasilkan keturunan-keturunan yang siap berjihad di jalan Allah. Seperti Umar Bin Khatab yang menikahkan anaknya dengan penjual susu yang miskin tapi berakhlaq. Dari perkawinan itu akhirnya menurunkan keturunan yang nantinya akan menjadi raja, yang dapat menggunakan kekuasaannya membela Agama Allah.
Sumber : Majalah AQLMagz Volume 01/2012 Sumber Image : http://pondoktnur.blogspot.com/2011/02/keluarga-sakinah-keluarga-dambaan.html
Banyak kesalahan terjadi bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena kurang teliti. Jika menyangkut jual beli, hal ini berakibat kerugian. Apalagi jika transaksi dilakukan melalui internet, sangat boleh jadi kerugian yang terjadi tidak dapat diperbaiki.
Bertransaksi melalui internet dewasa ini kian populer. Kelangkaan waktu dan tidak mau repot mengunjungi toko membuat internet menjadi pilihan. Cukup duduk manis di depan komputer, beragam produk dapat dibeli dengan mudah.
Yang menyenangkan, dengan semakin banyaknya toko online, konsumen dapat membandingkan harga dan layanan dari tiap-tiap toko untuk mendapatkan yang terbaik. Belum lagi informasi dan testimonial dari konsumen terdahulu dapat menjadi masukan sebelum memutuskan melakukan transaksi.
Agar tidak menjadi kerugian, ketelitian dalam berbagai hal dibutuhkan. Berikut ini adalah sejumlah hal yang perlu dicermati betul sebelum bertransaksi di internet.
Kenali toko online yang dikunjungi. Nama-nama besar, apalagi kelas dunia semisal Amazon, sudah pasti dapat dipercaya. Jika toko online yang dikunjungi belum terlalu dikenal, jangan malas untuk mencari tahu. Akan lebih baik jika bertanya kepada orang yang lebih paham, biasanya di forum-forum diskusi yang banyak terdapat di internet.
Terkait harga, cari tahu tentang cakupan, jaminan, dan pernak-pernik lain. Apakah harga yang dicantumkan sudah mencakup biaya pengemasan dan pengantaran. Apakah pembayaran harus dilakukan di muka atau ketika barang diterima. Untuk produk-produk tertentu, apakah tersedia fasilitas untuk memeriksa status pengiriman barang dan pemberitahuan apabila terjadi masalah atau gangguan di tengah jalan. Apakah dimungkinkan untuk mengembalikan barang apabila tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jika ya, siapa yang menanggung biaya pengirimannya. Semakin detil informasi yang digali, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan yang berakibat kesulitan.
Jika sudah memutuskan, saatnya melakukan transaksi. Namun, jangan lupa untuk selalu mencatat semua detail informasi, tentang waktu transaksi, nomor dan konfirmasi pemesanan. Jika terdapat korespondensi e-mail, pastikan Anda telah menyimpan dengan baik. Tidak ada salahnya juga jika Anda mencetak informasi tersebut. Semuanya akan sangat berguna jika sewaktu-waktu terjadi masalah.
Sumber : Kompas Klasika, Senin 16 April 2012